Bupati Kulonprogo Minta Tol Jogja-Cilacap Menyejahterakan Warganya

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/Nicolous Irawan
25 Februari 2020 20:37 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjagja.com, KULONPROGO--Pemkab Kulonprogo menggelar audiensi denga Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Dinas Pekerjaan Umum dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUESDM) DIY terkait pembangunan tol Jogja-Cilacap ruas Jogja-Kulonprogo, Selasa (25/2/2020).

Dalam audiensi ini, Ditjen Bina Marga KEMENPUPR berkonsultasi dengan Pemkab Kulonprogo terkait pembangunan tol di wilayah ini. Tol yang dibangun sepanjang 21 km di Bumi Menoreh ini akan melewati 6 kapanewon dan 14 kalurahan dengan tiga exit toll.

Kepala DPUESDM DIY, Hananto Hadi Purnomo menuturkan ketiga exit toll ini akan memfasilitasi kawasan-kawasan yang ada di sekitar wilayah itu.

Tiga exit toll itu berada di kawasan industri di Sentolo, Wates Baru, dan Temon. Exit toll di Sentolo dibangun untuk memfasilitasi kawasan industri di sana, exit toll di Wates Baru dibangun untuk mendukung pengembangan ibukota baru Kulonprogo, sementara exit toll di Temon untuk memfasilitasi bandara YIA.

"Kami konsultasi kepada Bupati supaya jalan tol ini bermanfaatan semaksimal mungkin untuk masyarakat Kulonprogo. Tadi kami banyak diskusikan exit dan entry pintu tol itu supaya dorong pertumbuhan ekonomi di Kulonprogo," kata Hananto.

Mulanya, tol di Kulonprogo diusulkan agar seluruhnya elevated atau melayang. Namun, hal ini masih dalam bahasan kedua belah pihak lantaran mempertimbangkan masalah sosial dan biaya investasi. Hananto menjelaskan, tol yang melayang biaya investasinya bisa lima kali lipat dibandingkan tol yang dibangun di tanah.

Selain itu, usulan mengenai tol yang akan mengikuti jalur kereta api juga masih dibahas. Hananto berharap usulan ini dapat difasilitasi lantaran rel kereta api di Kulonprogo sudah cukup memisahkan wilayah ini menjadi dua bagian.

Namun, pertimbangan lainnya ialah rel kereta api di Kulonprogo selama ini banyak yang berkelak-kelok, sementara jalan tol memiliki karakter yang berbeda sehingga masih akan disesuaikan.

"Kalau terpaksanya agak jauh [dari rel kereta], jalan-jalan existing itu tetap akan difungsikan, akses masyarakat yang sekarang ada tidak akan dimatikan," ujar dia.

Sementara itu, Bupati Kulonprogo secara umum mendukung dengan adanya pembangunan tol Jogja-Cilacap yang melewati Kulonprogo. Ia hanya berpesan supaya pembangunannya tetap menyejahterakan masyarakat.

"Kalau bisa tol ini seminimal mungkin membawa dampak sosial, justru harus meningkatkan kesejahteraan warga," kata Tedjo.