Advertisement
Pasokan Gas Elpiji 3 Kg DIY Ditingkatkan Jelang Lebaran 2026
Ilustrasi LPG 3 Kg / Antara
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Menjelang Lebaran 2026, pasokan gas elpiji 3 kilogram (Kg) di DIY akan ditambah hingga puluhan ribu tabung. Penambahan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kelangkaan yang kerap muncul setiap tahunnya di momen Lebaran.
Sekretaris Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DIY, R. Moch Lustio, mengatakan setiap tahun terjadi peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap gas elpiji 3 Kg untuk menunjang berbagai aktivitas jelang Lebaran. Peningkatan permintaan ini berpotensi membuat ketersediaan gas melon menjadi terbatas. Karena itu, pihaknya bersama Pemda DIY mengajukan tambahan kuota gas elpiji 3 Kg hingga 22.000 tabung untuk memastikan pasokan mencukupi.
Advertisement
“Pengajuan tambahan kuota gas elpiji 3 Kg ini bersifat fakultatif khusus momen Lebaran. Penyalurannya direncanakan H+1 atau H-1 Lebaran,” jelasnya, Minggu (3/1/2026).
Dia menambahkan, jumlah tambahan gas elpiji 3 Kg tersebut meningkat dua kali lipat dibandingkan kuota reguler yang biasanya diterima DIY. Lustio berharap tambahan kuota ini cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama momen Lebaran.
BACA JUGA
Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kota Jogja, Dedi Budiono, menyampaikan menjelang Lebaran pihaknya bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Jogja dan DIY memantau kebutuhan pangan serta komoditas pendukung, termasuk gas elpiji 3 Kg. Hasil pemantauan menunjukkan ketersediaan bahan pangan dan gas elpiji 3 Kg di Kota Jogja masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, harga bahan pangan dan gas elpiji 3 Kg di Kota Jogja tetap stabil meski memasuki minggu kedua Ramadan. “Bahan pokok tidak ada persoalan. Disdag Kota Jogja juga bekerja sama dengan beberapa daerah seperti Kulon Progo, Bantul, dan Magelang untuk memenuhi kebutuhan sayuran,” ujarnya.
Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Eling Priswanto, menambahkan pemantauan bahan pangan dilakukan di pasar rakyat dan pasar modern di Kota Jogja. Dari pantauan tersebut, kebutuhan pangan masyarakat masih tercukupi. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying selama Ramadan.
“Kalaupun ada kenaikan harga, itu wajar seperti setiap tahun, namun masih berada dalam rentang yang kami harapkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
BBM Terancam Mahal, Prabowo Kaji Kebijakan WFH dan Pangkas Hari Kerja
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sleman Siapkan Rp30 Miliar Bangun Gedung Baru Perpustakaan Daerah
- Lurah Bohol Gunungkidul Divonis 1 Tahun Penjara Kasus Korupsi APBKal
- Kebakaran Bank BPD DIY KCP Wirobrajan, Dana dan Data Nasabah Aman
- Ratusan Derek Disiapkan Mengawal Arus Mudik Lebaran di Tol Trans Jawa
- Mudik Lebaran 2025: Ramp Check Digelar di Garasi Bus Bantul
Advertisement
Advertisement







