Status Anak Krakatau Turun Jadi Waspada, Radius 2 Km Terlarang
Status Gunung Anak Krakatau turun dari Siaga ke Waspada setelah aktivitas menurun. Radius 2 km dari pusat aktivitas masih terlarang.
Gus Muwafiq/Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Jogja akan mendekati warga yang menolak rencana pengajian akbar peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-94 NU di Kauman, Kota Jogja, Jumat (5/3/2020) nanti.
PCNU Kota Jogja siap berdialog dengan para penolak pengajian akbar yang akan menghadirkan Gus Muwafiq dan diperkirakan dihadiri 1.000-2.000 orang tersebut. Salah satu alasan penolakan terhadap rencana pengajian di Masjid Gedhe Kauman adalah keberadaan Gus Muwafiq sebagai penceramah yang pernah menimbulkan kontroversi karena menceritakan masa kecil Nabi Muhammad.
“Perlu ada tolok ukur atas penolakan terhadap Gus Muwafiq. Sampai sekarang jadwal beliau tetap padat dan beliau diundang ke berbagai daerah, sehingga, menurut kami, tidak ada persoalan,” kata Sekretaris PCNU Kota Jogja Abdul Suud, Minggu (1/3/2020).
Dia mengatakan NU siap berdialog untuk mendinginkan suasana. Apalagi, menurut Suud, NU sudah mendapat izin penyelenggaraan pengajian dari kepolisian maupun Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat selaku pemilik Masjid Kauman atau Masjid Gedhe Kauman. PCNU Kota Jogja juga sudah berkomunikasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jogja.
“Yang utama, NU tak pernah berpretensi bikin gaduh, bikin tak nyaman. Kami inginnya damai dan nyaman. Semua bisa selesai dengan komunikasi yang baik,” ujar dia.
Suud mengatakan penolakan tersebut ramai dan medsos dan dia mengajak para penolak untuk mencari titik temu.
“Kami tak ingin buat kerusakan, justru itu merugikan. Yang keberatan juga hanya provokasi, [mari] cari titik temulah,” kata dia.
Suud mengatakan rencana pengajian masih sesuai jadwal dan belum ada perubahan karena masih dibicarakan. PCNU baru kali pertama ini mengadakan acara di Masjid Kauman, tujuannya untuk mendekatkan NU dengan Muhammadiyah.
PCNU Kota Jogja juga ingin menunjukan bahwa dua organisasi keagamaan tidak pernah ada masalah. “Bahkan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nasir berkunjung ke kantor PBNU beberapa waktu lalu,” kata Suud.
Ia menegaskan pengajian Gus Muwafiq adalah pengajian tanpa ada embel-embel acara yang melibatkan warga sekitar masjid.
“Kami tak libatkan warga Kuman. Kami hanya pengajian, sudah dapat izin. Kami tak libatkan kegiatan apa-apa seperti bazar. Enggak pasang umbul-umbul yang neko-neko,” kata Suud.
Ia kaget dengan penolakan dari warga sekitar masjid dan berencana segera menemui takmir masjid setempat, “NU tak punya pretensi apa pun ketika menggelar acara. [Kalau] Dikatakan basis Muhammadiyah, masjid itu masjid umum milik Kraton, kami sudah dapat izin Kraton ditembuskan ke takmir,” kata Suud.
Di sisi lain, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Jogja mengimbau NU tidak mengadakan pengajian yang mendatangkan Gus Muwafiq di Kauman karena warga setempat menolaknya. Kauman adalah lokasi kelahiran Muhammadiyah san sampai sekarang menjadi salah satu basis Muhammadiyah di Jogja.
Melalui surat yang dikirimkan kepada Kapolda DIY, Kapolresta Jogja, Kapolsek Gondomanan, Wali Kota Jogja, Ketua DPRD Jogja, Pimpinan Cabang NU Jogja, Takmir Masjid Gedhe Kauman, dan media massa; Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Jogja Sholahuddin Zuhri mengatakan imbauan itu didasarkan atas beberapa pertimbangan, yakni kontroversi yang pernah ditimbulkan Gus Muwafiq beberapa waktu lalu dan penolakan warga Kauman yang mayoritas Muhammadiyah atas rencana peringatan Harlah NU di wilayah tersebut.
“Agar perayaan harlah berjalan kondusif, selayaknya [perayaan harlah] diselenggarakan di tempat yang tidak menimbulkan kontroversi,” kata Sholahuddin dalam surat tersebut.
Sejumlah spanduk berisi penolakan peringatan harlah NU juga dipasang di beberapa tempat di Kauman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Status Gunung Anak Krakatau turun dari Siaga ke Waspada setelah aktivitas menurun. Radius 2 km dari pusat aktivitas masih terlarang.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengajak warga Semin aktif gotong royong untuk memperkuat mitigasi bencana menghadapi musim hujan.
PSSI mempercepat pemulihan Lapangan Sidolig Bandung untuk latihan tim FIFA ASEAN Cup 2026. Stadion Si Jalak Harupat dinyatakan siap.
Komnas HAM mengusulkan tim gabungan investigasi lintas instansi untuk mengurai fakta konflik Papua dan menangani dampak kemanusiaannya.
KAI Daop 6 menghadirkan rail clinic dan rail library di Stasiun Sentolo. Sebanyak 200 warga mendapat layanan kesehatan gratis.
Pendapatan transfer DIY turun Rp583,77 miliar. Pemda DIY tetap memprioritaskan kawasan selatan dan program pengentasan kemiskinan.