Acara Harlah di Masjid Gedhe Kauman Dipersoalkan, Panitia NU: Muhammadiyah Saudara Kami

Logo Nahdlatul Ulama (NU)
02 Maret 2020 17:37 WIB Bhekti Suryani Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Panitia acara pengajian akbar peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-94 Nahdlatul Ulama (NU) memindahkan lokasi acara dari semula di Masjid Gedhe Kauman ke Kompleks Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) setelah mendapat penolakan dari organisasi pemuda Muhammadiyah Kota Jogja.

Namun demikian, otoritas NU menyatakan organisasi Muhammadiyah adalah saudara bagi NU. Ketua Panitia Acara peringatan ke-94 Harlah NU, Sofwan, menyatakan memindahkan lokasi acara dengan sejumlah pertimbangan.

Antara lain demi kebaikan bersama. "Niat kami menyelenggarakan acara itu adalah untuk kebaikan, tujuan kami adalah menjalin silaturahim kepada semua komponen umat Islam termasuk Muhammadiyah untuk bersama-sama bergandengan tangan dalam berdakwah, tidak lain dari itu. Maka kalau ada respons yang justru menjauhkan dari niat awal kami ya kami harus kami hindarkan," kata Sofwan kepada Harianjogja.com, Senin (2/3/2020).

Menurutnya penolakan Muhammadiyah mungkin hanya karena persoalan komunikasi yang selama ini memang disadarinya kurang terjalin baik.

"Mudah-mudahan ke depan komunikasi ini bisa diperbaiki ," tuturnya. Dikatakan Sofwan tidak ada tujuan buruk dari pihaknya menggelar acara di Masjid Gedhe Kauman. Ia bahkan menyebut Muhammadiyah adalah saudara NU.

"Tidak ada tujuan lain dari itu, apalagi menguasai, atau mengganggu suadara kami Muhammaiyah," kata dia. Sebelumnya Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Jogja mengeluarkan surat berisi imbauan agar peringatan ke-94 Harlah NU tidak diadakan di Kauman.

Melalui surat yang dikirimkan kepada Kapolda DIY, Kapolresta Jogja, Kapolsek Gondomanan, Wali Kota Jogja, Ketua DPRD Jogja, Pimpinan Cabang NU Jogja, Takmir Masjid Gedhe Kauman, dan media massa; Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Jogja Sholahuddin Zuhri mengatakan imbauan itu didasarkan atas beberapa pertimbangan, yakni kontroversi yang pernah ditimbulkan Gus Muwafiq beberapa waktu lalu dan penolakan warga Kauman yang mayoritas Muhammadiyah atas rencana peringatan Harlah NU di wilayah tersebut.

“Agar perayaan harlah berjalan kondusif, selayaknya [perayaan harlah] diselenggarakan di tempat yang tidak menimbulkan kontroversi,” kata Sholahuddin dalam surat tersebut.