TBM Sleman Didorong Jadi Pusat Informasi dan Jurnalistik Warga
Pegiat TBM Sleman didorong memperkuat kemampuan jurnalistik agar mampu mengangkat potensi, kegiatan, dan gagasan masyarakat melalui narasi yang menarik.
Ilustrasi jalan tol./JIBI-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, SLEMAN- Rencana sosialisasi jalan tol untuk trase Jogja Bawen yang sedianya digelar Maret ini terpaksa mundur hingga April mendatang. Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY beralasan masih fokus menyelesaikan konsultasi publik untuk trase tol Jogja-Solo.
Kepala Dispertaru DIY Krido Suprayitno mengatakan konsultasi publik untuk jalan tol Jogja-Solo ditarget selesai Maret ini. Agar konsentrasi kegiatan tidak terpecah, maka sosialisasi rencana pengadaan tanah untuk jalan tol Jogja-Bawen diundur. "Kami jadwalkan mulai April secara pararel," katanya usai bertemu dengan Bupati Sleman Sri Purnomo, Kamis (5/3/2020).
Dijelaskan Krido, sosialisasi untuk jalur tol Jogja-Solo sudah selesai. Saat ini, tim menjalankan konsultasi publik. Dari semua desa yang sudah mendapatkan sosialisasi, baru dua desa yang sudah melaksanakan konsultasi publik. "Bokoharjo dan Tamanmartani. Semua setuju lainnya digunakan untuk pembangunan jalan tol," kata Krido.
Dari dua desa yang sudah melakukan konsultasi publik, katanya, ada perubahan jumlah bidang terdampak sesuai hasil validasi data tanah yang dilakukan oleh tim. Di Bokoharjo jika data awal hanya 165 bidang terdampak, berdasarkan konsultasi publik jumlahnya bertambah menjadi 182 bidang. Rinciannya 101 bidang perumahan, 32 bidang sawah, 10 bidang kebun, 12 bidang lainnya dan 18 bidang tanah kas desa.
Di Tamanmartani, jumlah bidang berkurang dari 140 bidang menjadi 135 bidang. Rinciannya 66 bidang perumahan, 64 bidang sawah, 10 bidang lainnya dan 10 bidang tanah kas desa. "Perubahan sementara jumlah bidang yang awalnya 2.906 bidang setelah di adakan konsultasi publik di dua desa tersebut menjadi 3.012 bidang," katanya.
Salah satu hal yang masih mengganjal, katanya, terkait penyelesaian Perdes terkait pengelolaan tanah desa. Menurutnya, dari 20 desa yang dilewati jalur tol Jogja-Solo baru lima desa yang memiliki Perdes tersebut. Sisanya masih dalam proses penyelesaian.
"Kami berharap Perdes bisa segera selesai pada Mei mendatang. Mei harus jadi. Karena kami akan paralel proses pelepasan tanah," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pegiat TBM Sleman didorong memperkuat kemampuan jurnalistik agar mampu mengangkat potensi, kegiatan, dan gagasan masyarakat melalui narasi yang menarik.
Wamenaker Afriansyah Noor mengingatkan calon pekerja migran memilih jalur resmi dan menguasai bahasa asing sebelum bekerja ke luar negeri.
Bitcoin sempat menembus US$87.200. Simak faktor pendorong penguatan dan imbauan bagi investor menghadapi volatilitas pasar kripto.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.