Sosialisasi Tol Jogja-Bawen Mundur

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/Nicolous Irawan
05 Maret 2020 20:37 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Rencana sosialisasi jalan tol untuk trase Jogja Bawen yang sedianya digelar Maret ini terpaksa mundur hingga April mendatang. Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY beralasan masih fokus menyelesaikan konsultasi publik untuk trase tol Jogja-Solo.

Kepala Dispertaru DIY Krido Suprayitno mengatakan konsultasi publik untuk jalan tol Jogja-Solo ditarget selesai Maret ini. Agar konsentrasi kegiatan tidak terpecah, maka sosialisasi rencana pengadaan tanah untuk jalan tol Jogja-Bawen diundur. "Kami jadwalkan mulai April secara pararel," katanya usai bertemu dengan Bupati Sleman Sri Purnomo, Kamis (5/3/2020).

Dijelaskan Krido, sosialisasi untuk jalur tol Jogja-Solo sudah selesai. Saat ini, tim menjalankan konsultasi publik. Dari semua desa yang sudah mendapatkan sosialisasi, baru dua desa yang sudah melaksanakan konsultasi publik. "Bokoharjo dan Tamanmartani. Semua setuju lainnya digunakan untuk pembangunan jalan tol," kata Krido.

Dari dua desa yang sudah melakukan konsultasi publik, katanya, ada perubahan jumlah bidang terdampak sesuai hasil validasi data tanah yang dilakukan oleh tim. Di Bokoharjo jika data awal hanya 165 bidang terdampak, berdasarkan konsultasi publik jumlahnya bertambah menjadi 182 bidang. Rinciannya 101 bidang perumahan, 32 bidang sawah, 10 bidang kebun, 12 bidang lainnya dan 18 bidang tanah kas desa.

Di Tamanmartani, jumlah bidang berkurang dari 140 bidang menjadi 135 bidang. Rinciannya 66 bidang perumahan, 64 bidang sawah, 10 bidang lainnya dan 10 bidang tanah kas desa. "Perubahan sementara jumlah bidang yang awalnya 2.906 bidang setelah di adakan konsultasi publik di dua desa tersebut menjadi 3.012 bidang," katanya.

Salah satu hal yang masih mengganjal, katanya, terkait penyelesaian Perdes terkait pengelolaan tanah desa. Menurutnya, dari 20 desa yang dilewati jalur tol Jogja-Solo baru lima desa yang memiliki Perdes tersebut. Sisanya masih dalam proses penyelesaian.

"Kami berharap Perdes bisa segera selesai pada Mei mendatang. Mei harus jadi. Karena kami akan paralel proses pelepasan tanah," jelasnya.