Rempah-Rempah di Gunungkidul Laris Manis Gara-gara Virus Corona, Pedagang Kebingungan

Salah seorang pedagang bahan rempah-rempah di Pasar Ngawu, Playen. - Harian Jogja/Muhammad Nadhir Attamimi\\n
05 Maret 2020 03:17 WIB Muhammad Nadhir Attamimi Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Sejak merebaknya virus corona atau covid-19 di Indonesia, empon-empon ternyata menjadi vigur baru. Empon-empon yang berisi tanaman rempah-rempah seperti jahe, temulawak, hingga daun serai ini, yang diyakini warga bisa menghindari penularan virus tersebut, laris manis di pasaran.

Seperti yang dialami pedagang empon-empon di Pasar Ngawu, Playen, Suginem, 70. Ia mengaku sejak pagi tadi, banyak masyarakat yang datang ke lapaknya menanyakan bahan rempah-rempah tersebut. "Banyak yang datang menanyakan rempah-rempah seperti jahe, serai, temulawak dan lainnya kesini," ujarnya saat ditemui pada Rabu (4/3/2020).

Awalnya, dirinya tak mengetahui persis penyebab banyak masyarakat yang mencari rempah-rempaj tersebut. Namun, setelah mendengarkan penjelasan para pembeli yang ke lapaknya, dirinya mulai faham. Ia menuturkan rempah-rempah tersebut katanya bisa mencegah penularan covid-19.

"Ada pembeli yang membeli dalam jumlah banyak. Katanya untuk cegah corona," ujarnya.

Padahal, lanjut Suginem, sebelum-sebelumnya pembelian bahan rempah-rempah tersebut tidak terlalu ramai. Namun, setelah ramai corona di Indoensia, tingkat penjualannya mengalami peningkatan yang cukup. "Kan biasanya hanya untuk nyari bumbu dapur. Akhir nya jualan saya tambah laris," ujarnya.

Ngatemi, 70, salah seorang pedagang rempah-rempah lainnya mengaku kaget dengan ramainya orang yang datang ke lapaknya untuk membeli bahan-bahan yang kerap dibeli oleh emak-emak untuk bahan pelengkap masakan. Ia pun bahkan cukup kelabakan meladeni pembeli.

"Banyak yang nyari, dan hari ini memang agak ramai pembeli," ujarnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh Kardi, 85. Ia mengungkapkan sejak pagi memang sudah banyak yang mencari bahan-bahan rempah seperti jahe, kunyit, serai hingga temulawak dalam jumlah yang banyak.

"Kalau temulawak kemarin-kemarin sepi yang beli, tapi mulai pagi tadi cukup banyak yang menanyakannya," paparnya.

Suginem menambahkan salah satu jenis rempah yang cukup mengalami peningkatan dari sisi harga adalah jahe. Ia menuturkan hari biasanya, jahe hanya dikisaran Rp35.000 /kg, namun saat ini hampir berada dikisaran Rp50.000 /kg.