Seniman Lintas Negara Angkat Warisan Budaya ke Panggung Pertunjukan di Jogja
Seniman lintas negara terdiri Indonesia, Malaysia, dan Singapura berkolaborasi menghadirkan dua pertunjukan tentang warisan budaya bersama di Yogyakarta.
Sejumlah warga yang melakukan perkawinan campuran mengikuti diskusi, Jumat (6/3/2020). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA-- Komunitas Masyarakat Perkawinan Campuran Indonesia (Perca) mengimbau kepada anggotanya yang beberapa di antaranya merupakan warga negara asing (WNA) yang melakukan perkawinan campuran agar mengurus dokumen perizinan secara mandiri daripada lewat agen atau biro jasa.
Perca bersama Kanwil Kemenkumham DIY menggelar diskusi bertajuk Ketentuan Imigrasi, Kewarganegaraan, Kepemilikan Aset bagi Keluarga Perkawinan Campuran, di Kawasan Mantrijeron, Kota Jogja, Jumat (6/3/2020).
Juru Bicara Perca Herni Sunarti menjelaskan jumlah warga di DIY yang menikah dengan WNA diperkirakan sekitar 200 pasangan yang didominasi pasangan berasal dari Eropa. Melalui diskusi itu diharapkan anggotanya yang merupakan WNA lebih memahami hukum atau aturan yang berlaku di Indonesia terutama keimigrasian. Mereka diimbau untuk menaati aturan keimigrasian yang berlaku di Indonesia.
Ia mengatakan sudah ada contoh dari komunitasnya yang juga WNA, karena ketidaktahuan dengan aturan dan hanya percaya pada agen untuk menguruskan dokumen justru kemudian terkena deportasi.
"Tergantung individunya kalau dia tidak sempat mengurus dokumen biasanya menyerahkan kepada agen untuk meminta bantuan. Tetapi sebaiknya jangan sepenuhnya percaya, tetapi harus berupaya memahami aturan-aturan," katanya, Jumat (6/3/2020).
Herni menilai untuk mengurus berbagai dokumen seperti izin tinggal dan lainnya sebenarnya tidak susah. Saat ini pemerintah melalui Imigrasi DIY sudah banyak melakukan terobosan layanan yang cepat. Hanya saja ada beberapa tipe orang yang tidak ingin disibukkan dengan mengurus dokumen sehingga meminta biro jasa untuk menguruskannya sampai tuntas.
Tetapi sebaiknya diurus secara mandiri agar lebih memahami esensi dari aturan tersebut. Pihaknya berupaya memberikan advokasi, sosialisasi dan konsultasi bagi anggotanya dalam hal ini pihak yang melakukan perkawinan campuran.
"Dengan komunitas Perca ini kami bisa saling berkonsultasi ketika ada kendala, ketika ada yang punya masalah kemudian dishare dan bisa saling membantu. Karena sebenarnya mengurus dokumen itu tidak susah, sekarang sudah mudah," katanya.
Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham DIY Hermansyah Siregar yang hadir dalam kesempatan itu mengimbau pentingnya bagi WNA dalam memenuhi berbagai persyaratan dokumen tinggal.
Sosialisasi juga terus dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada WNA tentang kewajiban melengkapi dokumen. Salah satu poin materi yang dijelaskannya adalah terkait asas kewarganegaraan yang perlu dipahami.
"Jadi ada ius sangunus yang merupakan kewarganegaraan berdasarkan keturunan dan ius soli berdasarkan tempat lahir, kedaerahan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seniman lintas negara terdiri Indonesia, Malaysia, dan Singapura berkolaborasi menghadirkan dua pertunjukan tentang warisan budaya bersama di Yogyakarta.
Pemkab Sleman meminta pelajar dan orang tua menandatangani komitmen mencegah kenakalan remaja, kekerasan, tawuran, hingga penyalahgunaan narkoba.
DPR membuka opsi Pansus dan Angket setelah putusan MK soal syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka.
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dkk didakwa menerima Rp352 miliar hasil TPPU periode 2020–2026 melalui sejumlah modus.
TWICE akan merayakan 11 tahun karier lewat fan party “Once upon a Thri11” di Seoul. Hanya 750 ONCE terpilih yang bisa bertemu sembilan member.
Tekanan ban ideal motor 29-33 PSI dan mobil 30-35 PSI. Simak panduan lengkap, kesalahan umum, dan tips pengecekan.