Dua Hari Ditutup Gara-Gara Aksi Ojol, Tak Ada Kerusakan Terjadi di Jalan Babarsari

Polisi berjaga saat ratusan ojol melakukan aksi menuntut kejelasan hukum teman mereka yang menjadi korban bentrokan antara ojol dan debt collector di Babarsari, Depok, Sleman, Kamis (5/3/2020) lalu. - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
07 Maret 2020 09:47 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :


Harianjogja.com, SLEMAN-- Massa aksi dari ojek online (ojol) melakukan long march di jalan Selokan Mataram menuju ke arah Babarsari, Depok, Sleman, Jumat (6/3/2020). Massa berkumpul di Jalan Selokan Mataram pukul 17.00 WIB. Aksi tersebut merupakan buntut dari bentrokan yang dilakukan oleh ojol dan sekelompok orang di Babarsari, Depok, Sleman, Kamis (5/3/2020) kemarin.

Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah mengatakan jika kepolisian sudah berupaya untuk menjaga keamanan di sekitar Babarsari sesaat ketika ojol turun ke jalan. Upaya mediasi juga dilakukan ketika massa sudah melewati perempatan Babarsari, Depok, Sleman.

Tepat di depan Gereja Paroki Babarsari langkah ratusan ojol terhenti oleh barikade yang dilakukan Sabhara Polda DIY. Kemudian, mediasi dilakukan oleh perwakilan dari ojol sebanyak 10 orang dan lima orang dari rekan-rekan Maluku.

"Mereka masing-masing menyampaikan aspirasinya. Kedua pihak sepakat untuk duduk bersama dan menindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan dari keduanya. Kawan-kawan ojol minta keamanan ketika sedang melakukan kewajibannya mengantarkan penumpang," ujar Rizky, Jumat (6/3/2020).

Dalam proses menentukan perwakilan, kata Rizky, pihak ojol sempat kesulitan dalam menentukan perwakilan mereka. "Dalam penyampaiannya setelah dilakukan mediasi kawan kawan ojol juga sempat terjadi friksi antara sesama ojol. Harusnya mereka percaya terhadap perwakilan mereka, biasa karena banyak kepala jadi friksi terjadi," jelasnya.

Rekan-rekan ojol juga akan melakukan verifikasi terhadap berita atau informasi yang tersebar di WhatsApp grup yang dimiliki oleh ojol. Aksi turun ke jalan terhitung sudah tiga kali dilakukan sejak Rabu (4/3/2020). "Mereka juga menyadari harus melakukan kroscek terlebih dahulu ketika satu orang memberikan informasi via grup WhatsApp," terangnya.

Berdasarkan pantauan Harian Jogja pada Jumat (6/3/2020), dalam aksi yang dilakukan oleh ratusan ojol yang berakhir pada pukul 19.15 WIB tersebut juga tidak dijumpai kerusakan baik fasilitas publik maupun toko toko yang ada di sekitar Babarsari. Sempat juga terjadi selisih paham antara sesama ojol pasca dilaksanakannya mediasi. Namun, aksi kekerasan mampu diantisipasi oleh pihak kepolisian yang sudah berjaga sejak sore hari.

Adapun, tuntutan lainnya yakni kedua pihak ingin dilakukannya penegakan hukum. Saat ini, lanjut Rizky, Polres Sleman sudah menerima tiga laporan polisi dan barang buktinya sudah berada di kantor.

"Kami juga sudah bentuk tim dalam melakukan penyidikan terhadap korban korban yang masih terbaring di rumah sakit. Saat ini belum bisa diambil keterangan karena memang ada beberapa orang dilakukan operasi," jelasnya.

Namun demikian, rekan-rekan ojol juga diminta untuk membantu kepolisian dalam mengungkap kasus pengrusakan di kantor PT Bala Manunggal Abadi (BMA). Upaya ini dilakukan agar berimbang dan juga sudah disepakati oleh kedua belah pihak.

Rizky menambahkan, ojol dan debt collector juga diimbau untuk menghormati dan menghargai warga di sekitar Babarsari yang juga ingin beraktivitas. Apalagi, ditambah banyak terdapat toko-toko di Babarsari.

"Dua hari-hari berturut turut kita tutup jalan Babarsari, padahal di sini banyak yang buka usaha, tolong hormati itu, mereka juga saling paham, meskipun ada perdamaian proses hukum tetap berjalan, fokus kami (Polres Sleman) melakukan upaya penyelidikan, gimana saya mau nangkap kalau polisi harus terus melakukan pengamanan karena ada aksi ini," ujar perwira tinggi di jajaran Polda ini.