Longsor Putus Akses Antardusun di Tegalrejo Gedangsari Gunungkidul

Warga bersama tim dari BPBD Gunungkidul mengevakuasi material tanah longsor yang menutup jalan antardusun di Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Selasa (10/3/2020)./Istimewa - Dokumen BPBD Gunungkidul
10 Maret 2020 23:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDULHujan deras yang mengguyur wilayah Gununkidul sejak Senin (9/3/2020) mengakibatkan sejumlah bencana. Selain menumbangkan puluhan pohon, tanah longsor terjadi di beberapa titik seperti di Desa Tegalrejo, Gendangsari.

Di Tegalrejo, tanah longsor terjadi pada tebing setinggi 10 meter dan mengakibatkan jalan antardusun tertutup material tanah longsor.

Koordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Gunungkidul, Surisdiyanto, mengatakan peristiwa tanah longsor di Tegalrejo terjadi Senin petang. Tidak ada korban dalam peristiwa tersebut. “Warga sudah bekerja bakti untuk memindahkan material longsoran seperti batu dan tanah sehingga jalan antardusun kembali terbuka,” kata Surisdiyanto, Selasa (10/3/2020).

Longsor juga terjadi di Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, tepatnya talut milik TK As-Sakinah. Hujan deras yang yang terus mengguyur mengakibatkan talut sepanjang lima meter ambrol dan mengancam ruangan di TK tersebut. “Kami sudah mendata kerusakan termasuk kerugian akibat talut yang ambrol,” katanya.

Surisdiyanto mencatat selain tanah longsor ada 29 pohon tumbang yang mengakibatkan kerusakan seperti menimpa kandang ternak, rumah hingga instalasi listrik. Total kerugian dari kejadian tersebut sekitar Rp81,5 juta. “Bencana yang terjadi tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan bencana yang dipicu cuaca ekstrem hanya mengakibatkan sejumlah kerusakan. Meski demikian, dia meminta masyarakat untuk terus mewaspadai potensi bencana saat musim hujan.