Kegiatan Luar Ruang Sekolah di Jogja Kini Dibatasi karena Corona

Wisatawan di Colosseum Roma, Italia mengenakan masker. - Reuters
13 Maret 2020 19:37 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Pendidikan Kota Jogja meminta sekolah membatasi kegiatan luar ruang seperti berkemah dan studi wisata, sebagai salah satu upaya pencegahan potensi penularan virus Corona atau Covid-19 di satuan pendidikan.

“Edaran dari kementerian langsung kami tindaklanjuti dengan mengirim surat edaran ke sekolah-sekolah terkait dengan upaya pencegahan penularan Covid-19, tepat satu hari setelah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan edaran,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Jogja Budhi Asrori, Jumat (13/3/2020).

Menurut dia, tidak ada keberatan dari sekolah terkait dengan pembatasan kegiatan luar ruang, meskipun terkadang sudah ada biaya yang dipungut dari siswa misalnya untuk kegiatan studi wisata ke luar daerah.

Jika sekolah sudah memungut biaya, Budhi meminta agar sekolah mengembalikan uang tersebut kepada siswa karena dalam surat edaran tersebut tidak dinyatakan batas waktu pemberlakuannya. “Kami yakin sekolah memahami hal ini dan bisa melaksanakannya dengan baik. Sedangkan untuk kegiatan pencegahan juga melalui edukasi hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan benar,” katanya.

Kepala SMP Negeri 15 Jogja Siti Arina Budi Astuti menyatakan sudah menerima Surat Edaran No.421/2439 dari Dinas Pendidikan Kota Jogja terkait dengan pencegahan Covid-19 di lingkungan satuan pendidikan pada 10 Maret lalu.

“Ada beberapa kegiatan yang harus ditunda, yaitu kegiatan kemah di akhir Maret untuk siswa kelas VII yang seharusnya dilakukan di bumi perkemahan di Srandakan,” katanya.

Selain itu, kegiatan pelantikan pleton inti yang seharusnya dilakukan di Kaliurang juga terpaksa dibatalkan dan diganti dengan kegiatan pelantikan di sekolah. “Kami pun sosialisasi kepada siswa dan juga orang tua mengenai berbagai penundaan kegiatan di luar ruang,” katanya.

Selain karena Covid-19, penundaan kegiatan di luar ruang juga dilakukan mengingat kondisi cuaca di musim hujan yang masih tidak menentu.

Sedangkan untuk kegiatan studi wisata ke luar daerah, lanjut dia, tidak terganggu karena sudah dilakukan pada Januari lalu.

“Anak-anak pun terus dibiasakan untuk menjalankan hidup bersih dan sehat dengan cuci tangan memakai sabun. Kebersihan lingkungan sekolah juga tetap dijaga dengan kegiatan Jumat Bersih,” katanya yang memiliki lebih dari 1.000 siswa di sekolah tersebut.

Sumber : Antara