Stok Gula Pasir di Sleman Menipis, Harga Juga Naik

Ilustrasi. - Solopos/Sunaryo Haryo Bayu
15 Maret 2020 18:37 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Stok gula pasir di Sleman menipis. Harganya juga naik. 

"Sejak Februari harga gula pasir mengalami kenaikan yang cukup signifikan berkisar Rp1.000 hingga Rp1.500 per kilogram, selain itu saat ini stok gula pasir juga sudah menipis," kata Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Kabupaten Sleman Nia Astuti di Sleman, Minggu (15/3/2020). 

Menurut dia, harga gula saat ini di tingkat grosir sudah mencapai Rp16.500 hingga Rp17.000 per kilogram. "Kenaikan harga gula pasir mencapai 30 sampai 40 persen dari harga semula Rp14.000 per kilogram," katanya.

Ia mengatakan, kenaikan harga gula pasir diduga akibat belum masuknya musim giling pabrik khususnya penghasil gula. Sementara suplai gula di Kabupaten Sleman masih mengandalkan dari Pabrik Gula Madukismo di Kabupaten Bantul.

"Harga gula pasir selama ini tergantung musim giling pabrik. Untuk musim giling sendiri itu antara April sampai September. Stok sekarang ini juga hasil dari produksi tahun kemarin," katanya.

Nia mengatakan, kondisi tersebut menambah kekhawatiran pemerintah karena segera masuk bulan puasa.

"Setiap bulan puasa masyarakat maupun pedagang dadakan banyak yang membuat olahan makanan yang manis-manis, ini tentunya stok gula pasir harus sudah siap. Kami cukup was-was mendekati puasa dan lebaran. Pengalaman tahun kemarin, sudah mulai masuk musim giling, jadi masih aman," katanya.

Ia mengatakan, data stok gula pasir Februari pasar-pasar besar di Kabupaten Sleman mencapai 93.176 kilogram. Stok tersebut masih merupakan stok produksi giling pabrik pada 2019.

"Sedangkan untuk tahun ini stok sudah menipis. Bulog saja tidak bisa menyetok gula, posisi di gudang dan pabrik sekarang. Kami masih akan terus berkomunikasi dengan Bulog untuk persiapan kebutuhan gula pasir," katanya.

Disperindag Sleman juga akan berkoordinasi dengan penghasil gula untuk mengetahui secara pasti stok gula yang masih tersedia.

"Harapannya bisa koordinasi dengan penghasil gula untuk bisa memberikan info kepada kami berapa stok yang ada. Agar dapat memantau stok secara keseluruhan. Kami juga minta masyarakat belanja bijak," katanya.

Sumber : Suara.com