KUBE Harus Jadi Motor Pengentasan Kemiskinan

Ilustrasi kemiskinan. - JIBI
15 Maret 2020 11:07 WIB Lajeng Padmaratri Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Setelah meminta indikator kemiskinan ditambah, Komisi IV DPRD Kulonprogo juga mendesak Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) untuk dapat mengoptimalkan peran kelompok usaha bersama ekonomi (KUBE) untuk pengentasan kemiskinan.

Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo, Istana menuturkan keberadaan KUBE di masyarakat harus jadi motor atau parameter pengentasan kemiskinan. Ia melihat selama ini sudah ratusan KUBE yang diberi stimulan, tetapi belum angka kemiskinan belum turun signifikan.

Ia mendorong Dinsos P3A untuk bersinergi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lain demi optimalisasi KUBE. Kelompok yang diberi stimulan juga harus diberi pendampingan dari jawatan terkait.

"Saya contohkan kelompok ternak ayam petelur. KUBE yang akan diberi stimulan itu juga didampingi dan diberi pelatihan dari Disnakertrans. Jadi sinergisitas OPD ada di situ," kata Istana pada Sabtu (14/3/2020).

Menanggapi hal ini, Kepala Dinsos P3A Kulonprogo, Yohanes Irianta menjelaskan sudah menyiapkan tiga konsep untuk optimalisasi peran KUBE. Yang pertama ialah peningkatan peran KUBE dalam bantuan sembako dan bantuan pangan nontunai (BPNT) sebagai e-warong. Yang kedua yaitu memberikan pelatihan terhadap KUBE dengan bekerjasama dengan Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Kemudian yang ketiga yaitu penguatan modal KUBE. Dikatakannya, ada 2020 akan ada enam KUBE yang dipilih Kementerian Keuangan untuk penguatan modal dan pendampingan.

"Saya beberapa waktu lalu sempat menghadirkan Kemenkeu dan hasilnya akan ada enam KUBE yang diberi penguatan modal," ujar dia