Tak Tutup Kawasan Wisata, Pemda DIY Bandingkan Pengalaman Wabah SARS & Antraks

Komunitas Jip Wisata Mangunan saat parkir di kawasan wisata Pinus Pengger di Desa Terong, Kecamatan Dlingo, Rabu (4/7/2018). - Harian Jogja/David Kurniawan
17 Maret 2020 18:27 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sekda DIY sekaligus Ketua Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Kadarmanta Baskara Aji membandingakan pandemi virus Corona (Covid-19) dengan sejumlah wabah penyakit yang pernah masuk ke Indonesia.

Baskara Aji menyatakan, pihaknya serius menangani merebaknya virus Corona, pembatasan terus diupayakan agar tidak terjadi penularan.

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik sehingga pemerintah bisa melakukan berbagai tahapan untuk mengatasi persoalan penyebaran virus corona ini.

Salah satu ciri panik seperti aksi memborong sembako, menjual rupiah untuk diganti dolar yang tidak perlu dilakukan masyarakat. Pemda DIY berusaha meyakinkan dengan optimisme bahwa masalah ini akan bisa dilewati dengan baik.

“Dulu kan pernah ada SARS, Mers, Antraks, seperti leptospirosis korbannya lebih banyak. Dari pengalaman itu mari tidak usah panik, saya nyuwun juga yang biasa menulis di medsos mari kita ciptakan kondisi yang baik,” ucapnya, Selasa (17/3/2020).

Pemda DIY memang tidak menutup kawasan wisata, karena saat ini di beberapa objek wisata mengalami penurunan pengunjung. Di sejumlah tempat wisata juga harus menjalankan protokol kesehatan, terutama cuci tangan dengan menyediakan berbagai fasilitas tambahan. Termasuk pembatasan antara pihak yang memberikan tiket dengan pengunjung yang membeli.

“Soal pertumbuhan ekonomi tentu akan turun, karena kita harus konsetrasi menyelesaikan Corona ini dulu. Kami minta teman-teman wisata yang jadi kebijakan pemerintah dilaksanakan. Sulit memang untuk mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi, kami upayakan tidak drastis,” katanya.