Rencana Induk Kepariwisataan Jogja 20262045 Jangan Hanya Fokus Jumlah Wisatawan
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.
Suasana kawasan Malioboro, Jogja. - dok/Harianjogja
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya menjaga kelancaran lalu lintas dan kualitas ruang publik di kawasan Sumbu Filosofi mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menyiapkan skema baru pengaturan bus wisata, termasuk penyediaan sejumlah lokasi parkir alternatif di luar pusat kota.
Kebijakan tersebut mulai diterapkan tahun ini seiring rencana pembatasan bus wisata agar tidak lagi melintas di kawasan inti Sumbu Filosofi, khususnya di sekitar Titik Nol Kilometer. Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari penataan kawasan bersejarah sekaligus untuk menekan kepadatan arus kendaraan.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menjelaskan, bus wisata nantinya tidak diperbolehkan masuk ke area objek wisata di pusat kota. Pemkot, kata dia, telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung agar pergerakan wisatawan tetap berjalan tanpa mengganggu kawasan inti.
“Rencananya tahun ini objek wisata dilarang untuk dimasuki bus. Kita siapkan fasilitas penunjang, termasuk lokasi parkir bus selain di Senopati,” ujar Hasto, Jumat (23/1/2026).
Menurut Hasto, bus wisata yang datang dari arah barat tidak lagi diizinkan parkir di sekitar kawasan barat Titik Nol Kilometer, termasuk area seberang RS PKU Muhammadiyah. Kebijakan ini ditujukan agar bus yang tidak memiliki kepentingan khusus tidak lagi melintasi kawasan tersebut.
“Bus dari barat basis parkirnya penuh di TKP Ngabean. Jadi tidak ada alasan untuk lewat Titik Nol,” katanya.
Sementara itu, bus wisata dari arah timur yang selama ini memanfaatkan Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati akan dialihkan secara bertahap ke sejumlah lokasi parkir alternatif. Pemkot Jogja menyiapkan Terminal Giwangan dan Taman Hiburan Rakyat (THR) Purawisata sebagai lokasi pengganti.
“Senopati nanti kita distribusikan parkir kendaraan, sebagian ke Giwangan, sebagian ke THR,” jelasnya.
Selain dua lokasi tersebut, Pemkot Jogja juga membuka peluang kerja sama dengan sejumlah titik lain yang dinilai memiliki daya tampung memadai. Salah satu lokasi yang dipertimbangkan adalah Gembira Loka Zoo, yang dinilai siap menjadi kantong parkir tambahan saat terjadi lonjakan kendaraan wisata.
“Kami belum matur rencana parkir di Gembira Loka Zoo, tapi jika memungkinkan akan kerja sama. Kapasitasnya sekitar 50 bus. Untuk parkir saja sudah siap,” kata Hasto.
Ia menambahkan, kawasan Menara Kopi juga masuk dalam daftar lokasi yang disiapkan sebagai tempat parkir bus wisata. Area tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 20–30 bus, sehingga dapat menjadi alternatif tambahan dalam pengaturan arus kendaraan wisata di Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Jogja meminta Rippar 2026–2045 tak hanya mengejar jumlah wisatawan, tetapi juga lama tinggal, belanja, tenaga kerja, dan lingkungan.
HP hilang di kereta? Segera kunci perangkat, lacak lokasi, amankan akun, hubungi operator, dan hapus data jika diperlukan.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Mahasiswa UII mengembangkan RespiraTB, wearable berbasis sensor accelerometer untuk skrining awal gejala TBC secara real-time.
Klasemen medali Asian Games 2026 terbaru, Indonesia berada di peringkat 14 dengan 5 emas, 8 perak, dan 22 perunggu.
Hasil UEFA Nations League 2026/2027: Belgia menang 3-0 atas Türkiye, Polandia 6-0 Rumania, Prancis ditahan Italia 1-1.