PB PGRI Setuju Dana Pendidikan Tak Lagi Biayai Program MBG
PB PGRI menyambut putusan MK yang melarang dana pendidikan 20 persen digunakan untuk MBG dan meminta anggaran fokus pada substansi pendidikan.
Andong melintas di depan Pasar Beringharjo Jogja./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo, Jogja mulai menunjukkan pergerakan positif pada segmen pakaian muslim dan perlengkapan ibadah menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Meski demikian, geliat belanja secara keseluruhan di pasar bersejarah ini belum sepenuhnya merata karena daya beli masyarakat yang dinilai masih cukup terbatas.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo, Bintoro, mengungkapkan bahwa fokus utama para pembeli saat ini tertuju pada busana lebaran. Sebaliknya, komoditas batik yang biasanya menjadi primadona justru mengalami penurunan permintaan karena minimnya kunjungan wisatawan dari luar daerah pada awal Ramadan.
“Kalau sekarang ini kondisinya [penjualan batik] dengan hari-hari biasa saja malah mending hari-hari biasa karena juga masih ada pembeli dari luar kota,” ujar Bintoro saat ditemui di Pasar Beringharjo, Senin (9/3/2026). Ia menjelaskan bahwa sekitar 90 persen pengunjung saat ini masih didominasi oleh warga lokal Jogja dan sekitarnya.
Puncak lonjakan pembelian pakaian muslim diperkirakan baru akan terjadi pada H-4 hingga H-3 lebaran. Sementara itu, untuk komoditas batik dan oleh-oleh khas Jogja lainnya, masa keemasan diprediksi baru akan muncul saat arus balik, yakni mulai H+3 hingga sepekan setelah hari raya, seiring dengan masuknya pemudik dan wisatawan ke wilayah DIY.
Terkait dengan proyeksi penjualan dibanding tahun sebelumnya, Bintoro mengaku belum berani memastikan adanya kenaikan signifikan. Kondisi ekonomi yang lesu serta banyaknya musibah di berbagai daerah menjadi faktor penghambat. Namun, ia tetap optimis keramahtamahan serta harga barang yang kompetitif tetap menjadi daya tarik utama bagi konsumen untuk kembali berbelanja.
"Banyakan kalau sudah merasakan di Jogja ingin balik lagi ke Jogja karena melihat keramahtamahan Jogja juga suasana di Jogja," tuturnya.
Di sisi lain, adaptasi digital mulai dilakukan oleh para pedagang Pasar Beringharjo dengan merambah sistem penjualan daring guna memperluas jangkauan pasar di tengah perubahan perilaku konsumen yang kian dinamis.
Meski tren belanja online terus berkembang, Bintoro menilai faktor kemantapan dalam memegang fisik barang secara langsung tetap menjadi keunggulan belanja luring.
Menurutnya, kepercayaan pelanggan sering kali terbangun dari kunjungan langsung yang kemudian berlanjut pada pemesanan jarak jauh karena konsumen sudah memahami kualitas produk yang ditawarkan oleh para pedagang di pusat perbelanjaan tertua di Jogja tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PB PGRI menyambut putusan MK yang melarang dana pendidikan 20 persen digunakan untuk MBG dan meminta anggaran fokus pada substansi pendidikan.
Kepala BGN Sudaryono menemui Jaksa Agung ST Burhanuddin membahas pendampingan hukum dan pengawasan tata kelola program MBG.
Polisi menjerat S dengan pasal berlapis KUHP baru atas perusakan bendera dan palang kereta di Bantul-Sleman, ancaman maksimal 7 tahun penjara.
Kejagung memeriksa 12 dari 22 saksi dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG periode 2025–2026. Tujuh orang telah menjadi tersangka.
Kemenkeu mencairkan Rp20,5 triliun kepada 490 Pemda untuk membantu kebutuhan gaji PPPK dan belanja daerah.
Asupan zat besi anak Indonesia baru 65,8 persen dari AKG. Dokter RSCM mengingatkan dampaknya terhadap kognitif dan tumbuh kembang.