Kulonprogo Jadi Tuan Rumah Kejurda NPCI DIY 2026, Libatkan 461 Atlet
Kulonprogo menjadi tuan rumah Kejurda III NPCI DIY 2026 yang diikuti 461 atlet disabilitas dari lima kabupaten dan kota di DIY.
Foto ilustrasi tanah longsor dibuat menggunakan artificial intelligence.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Perhubungan Kabupaten Kulonprogo memetakan sejumlah titik rawan kecelakaan lalu lintas dan longsor yang berpotensi dilalui pemudik menjelang Idulfitri 2026. Pemetaan tersebut penting karena pada Maret wilayah ini masih sering diguyur hujan.
Kepala Seksi Operasional dan Pengendalian Dishub Kulonprogo, Agus Hari Suprapto, menjelaskan terdapat beberapa jalur yang perlu diwaspadai pengendara roda dua maupun roda empat.
Jalur Menoreh dan Nanggulan Rawan Longsor
Menurut Agus, titik rawan longsor terutama berada di jalur perbukitan Pegunungan Menoreh serta jalur Nanggulan hingga Gerbang Samudra Raksa yang berbatasan dengan Magelang.
“Dari laporan Palang Merah Indonesia, mulai Samudra Raksa sampai Kenteng Nanggulan rawan longsor dan kecelakaan karena sering terjadi kejadian di wilayah tersebut,” kata Agus, Minggu (8/3/2026).
Jalur dari Samudra Raksa hingga Kenteng memiliki kontur jalan berbukit dan tikungan tajam. Beberapa titik bahkan berada di tepi Kali Progo sehingga meningkatkan risiko saat hujan turun.
Jalur Nasional Juga Rawan Kecelakaan
Selain jalur perbukitan, Dishub juga mencatat sejumlah titik rawan kecelakaan di jalur jalan nasional. Salah satunya di ruas Wates–Purworejo, tepatnya di wilayah Demen, Kokap.
Titik rawan lainnya berada di Jalan Nasional Yogyakarta–Wates, yakni di KM 27 Giripeni serta KM 17 Kalibondol, Sentolo.
Menurut Agus, kondisi jalan yang panjang dan lebar serta minim lampu lalu lintas membuat pengendara cenderung melaju dengan kecepatan tinggi sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Imbauan untuk Pemudik
Dishub meminta para pemudik, baik pengendara kendaraan pribadi maupun sopir bus, untuk lebih berhati-hati saat melintasi titik-titik tersebut.
Untuk jalur rawan longsor, kendaraan berat diimbau tidak melintas karena medan jalan yang menanjak dan berisiko saat hujan. Sementara di titik rawan kecelakaan, pengendara diminta mengurangi kecepatan dan tetap waspada.
“Sementara ini belum ada jalur rawan longsor yang akan ditutup,” ujar Agus.
Posko Mudik Disiapkan
Selama masa arus mudik Lebaran, Dishub Kulonprogo akan membuka posko terpadu di kawasan Temon. Posko ini melibatkan sejumlah pihak, termasuk Senkom Mitra Polri dan Palang Merah Indonesia.
Koordinasi juga dilakukan dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menangani situasi darurat sesuai tugas masing-masing.
Selain itu, Dishub akan memasang banner peringatan dan imbauan di titik-titik rawan guna meningkatkan kewaspadaan para pengguna jalan selama musim mudik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kulonprogo menjadi tuan rumah Kejurda III NPCI DIY 2026 yang diikuti 461 atlet disabilitas dari lima kabupaten dan kota di DIY.
Angka konsumsi ikan masyarakat Gunungkidul naik menjadi 32,89 kilogram per kapita per tahun pada 2026. Namun capaian tersebut masih di bawah rata-rata DIY dan n
Dinkop-UKM Sleman bersama BRIN mengkaji dampak pembangunan jalan tol terhadap pelaku UMKM. Kajian menyoroti peluang ekonomi hingga potensi perubahan sosial ekon
Bappeda Bantul mengandalkan Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan (PPBMP) sebagai ujung tombak penanggulangan kemiskinan hingga tingkat padukuhan.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat 7 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.