Advertisement
Proyek Tol Jogja-Solo Trihanggo-Junction Sleman Libur 10 Hari
Pekerjaan pemasangan pierhead menggunakan metode sosrobahu dalam proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2B Trihanggo-Junction Sleman, seperti terlihat belum lama ini. - Istimewa - Dokumen PT Adhi Karya
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Proyek Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2 Trihanggo–Junction Sleman akan dihentikan sementara selama 10 hari pada periode Lebaran 2026 guna mendukung kelancaran arus mudik. Penghentian aktivitas konstruksi di ruas yang melintasi kawasan Trihanggo hingga Tirtoadi itu dilakukan agar lalu lintas di sekitar proyek tetap lancar saat mobilitas masyarakat meningkat.
Penghentian sementara tersebut dikonfirmasi Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto. Ia menjelaskan bahwa aktivitas proyek akan dihentikan mulai 14 Maret hingga 24 Maret 2026 sebagai bagian dari upaya mendukung kelancaran arus lalu lintas selama masa Lebaran.
Advertisement
Menurutnya, berdasarkan ketentuan awal aktivitas proyek seharusnya sudah dihentikan pada 13 Maret 2026. Namun pihak pelaksana proyek mengajukan izin untuk memperpanjang pekerjaan hingga dini hari 14 Maret 2026 guna menuntaskan tahap erection girder atau pemasangan gelagar beton yang saat ini masih berlangsung di tengah konstruksi.
"Kami kemarin minta izin karena kan baru erection girder di tengah. Jadi, tanggal 14 dini hari sudah jadi, sudah selesai," jelas Agung pada Senin (9/3/2026).
BACA JUGA
Dengan demikian, pada 13 Maret 2026 proyek masih akan difokuskan pada penyelesaian tahapan erection girder. Setelah pekerjaan tersebut rampung, aktivitas konstruksi di area jalan Ring Road akan dihentikan sementara sesuai dengan ketentuan pengaturan proyek selama periode Lebaran.
Pekerjaan proyek Tol Jogja–Solo di ruas Trihanggo–Junction Sleman dijadwalkan kembali berjalan setelah masa libur Lebaran berakhir. Agung menyebutkan bahwa pada 25 Maret 2026 para pekerja sudah mulai kembali beraktivitas seperti biasa di lokasi proyek.
Meski begitu, beberapa pekerjaan ringan di dalam area proyek tetap akan berlangsung selama masa penghentian aktivitas utama. Pekerjaan tersebut tidak melibatkan alat berat maupun truk sehingga dinilai tidak mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi proyek.
"Kalau yang tidak ada alat berat sama truk tetap jalan [pengerjaannya]. Misalnya untuk pengerjaan pasangan batu, perapian-perapian [penataan] dengan eksa [ekskavator] yang ada di dalam tetap jalan," jelasnya.
Sejumlah pekerjaan yang masih dilakukan selama masa penghentian aktivitas utama antara lain pengerjaan pasangan batu serta penataan area di dalam kawasan proyek Tol Jogja–Solo.
Aktivitas tersebut memanfaatkan peralatan yang berada di dalam lokasi proyek sehingga tidak berdampak pada arus kendaraan di sekitar jalan Ring Road yang menjadi jalur penting mobilitas masyarakat saat periode arus mudik Lebaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement









