Sarasehan Klithih Akhirnya Ditunda untuk Antisipasi Virus Corona

Sejumlah awak media mendengarkan penjelasan mengenai satu pasien rujukan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, Rabu (29/01/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
18 Maret 2020 00:47 WIB Lajeng Padmaratri Jogja Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Kenaikan status kesiapsiagaan Universitas Gadjah Mada (UGM) terkait Covid-19 menjadi awas pada Senin (16/3/2020) sore kemarin membuat Dewan Guru Besar (DGB) UGM memutuskan untuk menunda penyelenggaraan sarasehan klithih.

Semula, DGB UGM hendak menyelenggarakan sarasehan dengan tema Perilaku Klitih dan Kedamaian Jogja itu pada Rabu (18/3/2020) besok di Gedung Magister Manajemen UGM. Meskipun sempat ada kekhawatiran dari berbagai pihak, hingga Senin siang, keputusan untuk menggelar kegiatan itu masih bulat.

Namun, Ketua DGB UGM, Koentjoro memutuskan pada Selasa (17/3/2020) untuk menunda kegiatan tersebut sampai ada informasi lebih lanjut. Hal itu berkaitan dengan kenaikan status UGM menjadi awas.

"Meskipun semua kami sudah siap, namun setelah Pak Rektor [Panut Mulyono] meningkatkan status awas dan mendengar saran banyak pihak, sarasehan kita tunda sampai berita lebih lanjut," kata Koentjoro ketika dihubungi pada Selasa siang.

Sebelumnya, sarasehan tersebut direncanakan tetap digelar lantaran DIY dianggap belum punya leading sector untuk penanganan klithih. Terlebih, narasumber yang hadir berasal dari beragam latar belakang, mulai dari Polda DIY, guru besar hukum pidana, Dinas Sosial DIY, hingga masyarakat desa.

Padahal, Koentjoro juga telah menyiapkan sistem penjagaan ketat berupa pembatasan peserta, penyediaan hand sanitizer, dan penindakan tegas untuk keluar ruangan bagi peserta yang disinyalir sakit batuk.

Mulanya ada 120 peserta dari berbagai kalangan yang diundang. Meski pada akhirnya ada 70 orang yang mengonfirmasi kehadirannya, DGB pada Senin lalu membatasi kegiatan tersebut hanya untuk 50 orang peserta lantaran status UGM yang pada saat itu masih siaga Covid-19. Namun, pada akhirnya keputusan penundaan kegiatan tersebut tetap dilakukan karena peningkatan status menjadi awas.