2 Pasien Dalam Pengawasan di Jogja Dinyatakan Negatif Corona

Foto ilustrasi. - Antarafoto
18 Maret 2020 01:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA— Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) yang hasil laboratorium menunjukkan negatif bertambah dua orang. Selain itu jumlah orang yang terperiksa hingga Selasa (17/3/2020) juga bertambah dua orang.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan hingga Selasa (17/3/2020) sore jumlah orang terperiksa terkait Covid-19 sebanyak 24 orang.

Dari jumlah itu sebanyak 14 orang di antaranya dinyatakan negatif, sehingga ada tambahan dua pasien yang dinyatakan negatif. Penambahan dua pasien dengan hasil laboratorium negatif ini berasal dari orangtua anak yang dinyatakan positif.

“Saat ini masih ada sembilan pasien yang menunggu hasil laboratorium,” katanya Selasa (17/3/2020).

Data tersebut sedikit ada perbedaan dibandingkan dengan Senin (16/3/2020) sore, di mana jumlah terperiksa hanya 22 orang, saat ini naik menjadi 24 orang. Kemudian hasil negative dari sebelumnya 12 orang dinyatakan negatif pada Selasa (17/3/2020) sore tercatat menjadi 14 orang, sedangkan untuk yang positif satu pasien dan masih dalam proses pemeriksaan atau PDP ada sembilan orang.

Sedangkan untuk dosen UGM saat ini masih dalam proses tes laboratorium. “Saat ini masih dalam proses pemeriksaan specimen,” ujarnya.

Ia menambahkan meski sudah dinyatakan negatif tetapi PDP belum diperbolehkan pulang sebelum mendapatkan keterangan dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh. Adapun untuk pasien yang positif baru dinyatakan sembuh sendiri harus melalui laboratorium dengan hasil negatif sebanyak dua kali.

“Nanti ada keterangan kalau sudah diperbolehkan pulang oleh rumah sakit termasuk apakah sudah dinyatakan sembuh. Untuk kasus positif, agar dinyatakan sembuh memerlukan pemeriksaan laboratorium sampai mendapatkan hasil negatif dua kali. Pasien baru mendapatkan hasil negatif sekali, sehingga belum dapat dinyatakan sembuh. Meskipun kondisi pasien pada saat ini sdh membaik,” katanya.