Konsultasi Publik Disetop karena Corona, Target Proyek Tol Jogja Bisa Terganggu

Ilustrasi jalan tol. - JIBI/Nicolous Irawan
19 Maret 2020 19:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Rencana kegiatan konsultasi publik pengadaan tanah proyek jalan di DIY untuk sementara waktu ditiadakan. Kebijakan tersebut diambil terkait adanya wabah Corona dan untuk melaksanakan imbauan dari pemerintah.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY Krido Suprayitno memastikan kegiatan konsultasi publik untuk sementara disetop melihat situasi dan kondisi saat ini. Penghentian sementara kegiatan tersebut terkait erat dengan upaya pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Corona.

"Kegiatan konsultasi publik kami off dulu, melihat situasi dan kondisi saat ini. Untuk kelanjutannya masih menunggu perkembangan," katanya kepada Harianjogja.com, Kamis (19/3/2020).

Hal senada disampaikan Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo Galih Alfandi. Menurutnya penundaan kelanjutan kegiatan konsultasi publik sudah disetujui bersama baik oleh Satker maupun Pemda DIY.

"Kelanjutan kegiatan konsultasi publik pekan depan ditiadakan dulu. Ini terkait dengan upaya pencegahan penyebaran virus Corona. Sangat beresiko kalau tetap digelar," katanya.

Komunikasi dengan pemerintah desa terdampak, kata Galih, tentu dilakukan. Selama belum ada undangan pelaksanaan konsultasi publik, Pemdes tidak akan menyebar undangan kepada warga terdampak. "Kami masih menunggu perkembangan kapan konsultasi publik kembali digelar. Selama belum ada undangan berarti (konsultasi publik) belum akan dilaksanakan," jelasnya.

Galih mengamini jika penundaan kegiatan konsultasi publik tersebut sedikit memengaruhi target rencana pengadaan tanah proyek jalan tol. Hanya saja, baik Pemda DIY maupun Satker lebih mengutamakan upaya pencegahan penyebaran virus Corona. Sebab pertemuan tersebut melibatkan banyak orang.

"Kalau dari segi target mempengaruhi, iya, misal penundaan makan waktu dua minggu. Pastinya target penerbitan Izin Penetapan Lokasi juga mundur dua minggu. Untuk pentahapan masih terus berjalan," kata Galih.

Menurut rencana, setelah Desa Tirtoadi menggelar konsultasi publik giliran Desa Maguwoharjo Kecamatan Depok dijadwalkan menggelar kegiatan yang sama. Namun dikarenakan wabah virus Corona terus berkembang, kegiatan tersebut disetop sementara.