Pakar Sebut Covid-19 Jadi Pandemi Karena Penularan Tanpa Gejala

Sejumlah awak media mendengarkan penjelasan mengenai satu pasien rujukan di RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta, Rabu (29/01/2020). - Harian Jogja/Desi Suryanto
22 Maret 2020 10:37 WIB Newswire Jogja Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Virus Corona atau Covid-19 telah menyebar ke seluruh dunia hingga menjadi pandemi. Beberapa ahli kesehatan mengatakan penularan asimptomatik (tanpa gejala) dari virus corona baru kemungkinan memainkan peran penting dalam penyebaran virus.

Menurut Michael Osterholm, direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular di University of Minnesota, infeksi tanpa gejala dipastikan dapat memicu pandemi seperti sekarang ini dengan cara yang akan membuatnya sulit untuk dikendalikan.

Hal ini pun disetujui oleh pakar kesehatan yang lain.

"Penularan tanpa gejala dan simptomatik ringan merupakan faktor utama penularan Covid-19. Mereka akan menjadi pendorong penyebaran di masyarakat," kata Dr. William Schaffner, seorang profesor di Fakultas Kedokteran Universitas Vanderbilt dan penasihat lama untuk CDC, dikutip dari Suara.com.

Osterholm pun mendesak pemerintah untuk lebih jelas tentang cara penyebaran virus.

"Pada awal wabah, kami memiliki banyak pertanyaan tentang bagaimana virus ini terjadi. Dan sayangnya, kami melihat sejumlah orang mengambil sikap sangat tegas tentang, 'hal itu terjadi dengan cara ini', atau, 'tidak terjadi dengan cara ini'," tuturnya kepada CNN.

Ia menambahkan, karena hingga saat ini pakar masih mempelajari seluk beluk virus corona baru sehingga pernyataan awal kurang benar.

"Ini saatnya bicara langsung. Ini saatnya memberitahu publik apa yang kita ketahui dan tidak tahu," sambungnya.

Di sisi lain, sebuah analisis yang diterbitkan di jurnal Eurosurveillance oleh tim dari Universitas Kyoto, Universitas Oxford, dan Universitas Negeri Georgia memperkirakan 17,9% orang yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala.

Angka ini dianalisis terhadap 3.063 penumpang Diamond Princess yang terinfeksi..

Menurut peneliti, hasil ini menunjukkan SARS-CoV-2 mungkin mirip dengan virus influenza dalam satu cara, yaitu laju asimptomatik. Tapi bukan berarti Covid-19 sama dengan flu musiman.

Sumber : Suara.com