Advertisement
Taati Imbauan soal Penyebaran Corona, Warga Tunda Resepsi Pernikahan
Foto ilustrasi. - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Sejumlah warga di Desa Bendung, Kecamatan Semin, harus rela menunda acara resepsi pernikahan yang rencananya digelar dalam waktu dekat. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19
Kepala Desa Bendung, Didik Rubiyanto, mengatakan upaya pencegahan Corona terus disosialisasikan ke masyarakat. Salah satu cara yang dilakukan dengan mengurangi acara yang melibatkan banyak banyak orang seperti acara hajatan pernikahan. Menurut dia, sosialisasi melibatkan personel dari Polsek Semin. “Kami ingin berpartisipasi dalam upaya pencegahan Corona sehingga sosialisasi terus dilakukan,” kata Didik, Kamis (26/3/2020).
Advertisement
Dijelaskannya, imbauan dan sosialisasi yang dilakukan mulai ditaati warga. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa warga yang secara sukarela menunda acara resepsi pernikahan. Didik mengungkapkan jika mengacu pada sistem penanggalan Jawa, Bulan Ruwah atau Sya’ban menjadi waktu yang baik untuk menyelenggarakan acara hajatan atau resepsi. “Tapi berhubung ada pandemi, maka acara ditunda sementara waktu. Total hingga sekarang [Kamis] sudah ada tiga warga di Desa Bendung yang menunda acara resepsi,” katanya.
Didik menjelaskan penundaan bukan berarti acara resepsi batal, tetapi hanya dipindah di waktu yang lebih memungkinkan. “Kalau sekarang kurang pas karena bisa menjadi penyebab penyebaran Covid-19. Setelah kami jelaskan, warga mengerti dan bisa memahaminya,” kata Didik.
Selain penundaan resepsi pernikahan atau hajatan lainnya, Pemdes Bendung juga menggelar penyemprotan cairan disinfektan. Upaya ini dilakukan mulai Rabu (25/3) dengan menyasar jalan, area sekolah, rumah warga hingga tempat ibadah. “Ini bagian upaya kami untuk mencegah penyebaran Corona,” ujarnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Suhadi. Menurut dia, jajarannya terus berupaya mencegah penyebaran virus Corona, salah satunya dengan menyosialisasikan untuk tidak menggelar acara yang mendatangkan banyak orang. “Kami mengimbau agar acara hajatan atau resepsi pernikahan ditunda dan dilaksanakan saat kondisi sudah benar-benar aman,” katanya.
Untuk jumlah warga yang menunda acara hajatan, Suhadi mengakui sudah ada tetapi belum memerinci karena masih fokus mendata pemudik yang pulang dari luar daerah. “Yang jelas, kami berharap agar imbauan bisa ditaati,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Ngaku Tuhan Kedua, Dukun Cabul di Magetan Setubuhi Istri Pasien
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 1 April 2026
- Pemkot Jogja Tegaskan Larangan Siswa Tanpa SIM Bawa Motor ke Sekolah
- Kirab HUT Sri Sultan HB X, Malioboro Ditutup Mulai Kamis Pagi
- Ramp Tol Jogja-Solo di Trihanggo Dikebut, Gerbang Tol Segera Dibangun
- CPNS Bantul 2026 Dibuka 100 Formasi, Ini Prioritasnya
Advertisement
Advertisement








