Makam Dibongkar, Warga Dukun Magelang ternyata Korban Pembunuhan
Nuryanto baru menyadari bahwa perhiasan emas 15 gram dan uang tunai Rp30 juta yang ada di lemari kamarnya hilang.
foto ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, JOGJA- Intensitas hujan diperkirakan mulai berkurang di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, hari ini, Jumat (27/3/2020), hanya dua wilayah tersebut yang diperkirakan hujan.
Hujan berintensitas ringan diperkirakan terjadi di Sleman pada siang hari, sedangkan di Gunungkidul pada malam hari.
Selebihnya, pada siang hingga malam hari, lima wilayah di DIY yang meliputi Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul diperkirakan berawan.
Adapun pada dini hari keesokan harinya, cuaca diperkirakan cerah berawan.
Meski demikian, BMKG juga memberikan peringatan dini potensi terjadinya hujan sedang hingga lebat disertai petir di wilayah Sleman utara dan Kulonprogo utara.
Suhu udara diperkirakan bervariasi mulai 24 hingga 32 derajat celcius dan kelembababn 65 hingga 95%.
Gelombang laut selatan diperkirakan 1 hingga 1,5 meter, dan angin di wilayah DIY bertiup dari utara belok ke barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Nuryanto baru menyadari bahwa perhiasan emas 15 gram dan uang tunai Rp30 juta yang ada di lemari kamarnya hilang.
Kebakaran melanda Surya Kencana TNGGP dan berhasil dipadamkan. Seluruh jalur pendakian Gede Pangrango ditutup sementara hingga 11 Agustus 2026.
Tips ikut lelang mobil bekas agar tidak boncos, mulai dari menyiapkan anggaran, menentukan batas penawaran, hingga memahami kondisi kendaraan.
Stephen Chow mengungkap perbedaan utama Kung Fu Soccer dan Shaolin Soccer. Film terbaru ini mengangkat isu stereotip gender, diskriminasi usia, dan kesehatan me
Kemensos menargetkan lebih dari 150 ribu siswa masuk Sekolah Rakyat pada 2027. Program ini difokuskan untuk anak kurang mampu, putus sekolah, dan anak jalanan d
UMKM di Sleman menyerap 366.378 tenaga kerja hingga Mei 2026. Kapanewon Depok menjadi wilayah dengan jumlah pekerja dan unit usaha terbanyak, didukung aktivitas