Arah Baru Pembangunan Magelang Mulai Disusun dari Pendopo
RKPD Magelang 2027 fokus pada SDM dan ekonomi inklusif dengan target pertumbuhan 5,16 persen dan penurunan kemiskinan
foto ilustrasi. /Antarafoto
Harianjogja.com, JOGJA- Intensitas hujan diperkirakan mulai berkurang di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, hari ini, Jumat (27/3/2020), hanya dua wilayah tersebut yang diperkirakan hujan.
Hujan berintensitas ringan diperkirakan terjadi di Sleman pada siang hari, sedangkan di Gunungkidul pada malam hari.
Selebihnya, pada siang hingga malam hari, lima wilayah di DIY yang meliputi Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul diperkirakan berawan.
Adapun pada dini hari keesokan harinya, cuaca diperkirakan cerah berawan.
Meski demikian, BMKG juga memberikan peringatan dini potensi terjadinya hujan sedang hingga lebat disertai petir di wilayah Sleman utara dan Kulonprogo utara.
Suhu udara diperkirakan bervariasi mulai 24 hingga 32 derajat celcius dan kelembababn 65 hingga 95%.
Gelombang laut selatan diperkirakan 1 hingga 1,5 meter, dan angin di wilayah DIY bertiup dari utara belok ke barat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RKPD Magelang 2027 fokus pada SDM dan ekonomi inklusif dengan target pertumbuhan 5,16 persen dan penurunan kemiskinan
Janice Tjen dan Aldila Sutjiadi berpeluang menciptakan All Indonesian final di WTA 500 Monterrey Open 2026 setelah berada di jalur berbeda.
10 developer game mobile Jepang bangkrut hingga Juli 2026. Biaya produksi dan persaingan game China-Korea memperberat tekanan industri.
Pangeran Harry dan Elton John diperintahkan membayar sementara Rp230 miliar kepada penerbit Daily Mail setelah gugatan privasi mereka ditolak pengadilan Inggris
BMKG mendeteksi 1.104 titik panas di Sumatera. Sumatera Selatan mencatat 528 hotspot, sementara karhutla di Riau telah membakar lebih dari 700 hektare lahan.
Gerhana Bulan sebagian terjadi 28 Agustus 2026 dengan 96 persen Bulan tertutup bayangan Bumi. Fenomena ini tidak terlihat dari Indonesia.