20.400 Warga Jogja Bakal Diskrining Corona dengan Rapid Test, Siapa yang Berhak?

Bantuan RDT dan APD dari pusat mulai berdatangan dan diterima Pemda DIY di kantor BPBD DIY, Sabtu (28/3/2020) - Ist
28 Maret 2020 21:17 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pemerintah terus berupaya menekan penyebaran wabah Covid-19. Salah satu caranya dengan melakukan Rapid Diagnose Test (RDT).

Jika sebelumnya Pemda DIY menerima sebanyak 6.000 RDT, maka Sabtu (23/3/2020) Pemda DIY kembali menerima 14.400 RDT dari pemerintah pusat. Sehingga total RDT untuk DIY sebanyak 20.400.

Kit Rapid Diagnose Test (RDT)tersebut berguna sebagai alat skrining Corona massal, apakah gejala seseorang mengarah pada Corona atau tidak. apabila mengarah ke Covid-19, maka akan dilakukan tes swab Covid-19.

Selain RDT Pemda DIY sebelumnya mendapatkan 1.000 alat pelindung diri (APD). Pemerintah pusat kembali menambah 4.000 APD pada Sabtu ini. Tambahan bantuan dikirim melalui darat, oleh rekan Gugus Tugas Jakarta (Bahubda DIY).

"Penggunaan RDT test kit ini diprioritaskan untuk tenaga kesehatan yang merawat PDP, serta kerabat dan warga yang secara intens melakukan kontak dengan PDP [pasien dalam pengawasan]," kata Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana saat jumpa pers, Sabtu (28/3/2020).

Sedangkan APD, lanjut dia, akan dibagikan kepada masing-masing rumah sakit rujukan menyesuaikan dengan kebutuhan dan prioritas yang diidentifikasi oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY. "Stok APD dipastikan masih cukup sampai minggu ini. Adapun persediaan sarana medis yang menipis adalah sarung tangan panjang dan masker N95," katanya.