Wabah Corona, Disdukcapil Kulonprogo Hentikan Layanan Tatap Muka

Kantor Disdukcapil Kulonprogo lengang setelah dihentikannya layanan tatap muka, Jumat (27/3/2020). - Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara
28 Maret 2020 06:57 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kulonprogo telah menghentikan layanan kepengurusan dokumen administrasi kependudukan (adminduk) secara tatap muka terhitung sejak 24 Maret sampai waktu yang belum ditentukan. Sebagai gantinya, jawatan ini menyediakan layanan kepengurusan adminduk online.

Kepala Disdukcapil Kulonprogo, Aspiyah mengatakan keputusan menghentikan pelayanan secara langsung itu sebagai upaya mengantisipasi penyebaran virus Corona baru Covid-19. Dengan cara ini diharapkan bisa meminimalisir kontak langsung antara petugas Dukcapil dengan masyarakat.

Baik petugas maupun masyarakat yang menggunakan layanan di kantor ini menurutnya berpotensi terjangkit Corona, sehingga jika tidak dihentikan maka rawan terjadi penularan.

Penularan itu kata Aspiyah riskan terjadi karena pada hari-hari biasa, jumlah masyarakat yang dilayani instansi ini dapat mencapai 200-300 orang. Jika pada momen pendaftaran sekolah atau pembukaan lowongan kerja seperti CPNS atau pendaftaran TNI/Polri, jumlahnya membengkak hingga 700 orang per hari.

"Seperti pekan lalu, kami setidaknya dalam sehari melayani hingga 700 orang, mereka rata-rata melegalisasi dokumen untuk keperluan pendaftaran polisi, ini cukup riskan terjadi penularan sehingga kami tutup layanan tatap muka langsung," kata Aspiyah, Jumat (27/3/2020).

Meski begitu pengurusan dokumen yang sifatnya mendesak masih dapat dilaksanakan dengan sistem tatap muka, semisal pengurusan KTP bagi warga yang ingin menikah ataupun bagi masyarakat yang ingin mengubah kartu keluarga untuk kepentingan mencari kerja dan pendaftaaran BPJS. "Itu masih bisa, tapi terbatas, dan tetap kami upayakan lewat online,” ujarnya.

Sebagai gantinya, Disdukcapil Kulonprogo telah menyediakan layanan kepengurusan adminduk secara online. Masyarakat bisa mengakses layanan ini melalui www.dukcapil.kulonprogokab.go.id. Di dalamnya telah tersedia pelbagai menu layanan seperti pembuatan akta kelahiran, akta kematian dan akta pernikahan.

Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan pengurusan secara daring melalui nomor whatsapp 0813-1874-1648 untuk Layanan Pencatatan Sipil dan 0813-1874-1505 untuk Layanan Pendaftaran Penduduk.

Masyarakat Kecele

Di satu sisi, penghentian layanan tatap muka yang dilakukan Disdukcapil Kulonprogo ini kurang sosialisasi. Hal itu terbukti dengan masih adanya masyarakat yang sudah terlanjur datang ke kantor tersebut namun tidak bisa terlayani.

Salah satunya, Suratiman, 39. Warga Dusun Kenteng, Kalurahan Demangrejo, Kapanewon Sentolo ini rencananya hendak mengurus Kartu Identitas Anak (KIA) untuk anak sulungnya.

Namun sesampainya di kantor Disdukcapil Kulonprogo, Jumat pagi, ia harus putar balik karena instansi tersebut sudah menghentikan layanan kepengurusan segala jenis dokumen adminduk secara langsung.

Hal itu ia ketahui dari banner pengumuman penutupan layanan langsung yang dipasang di depan pintu masuk Kantor Dukcapil Kulonprogo. "Baru tahu hari ini tutup," ujar Suratiman.

Dia mengaku belum mendapat informasi apapun terkait penutupan layanan Dukcapil. Baik dari dukcapil itu sendiri maupun pemerintah kalurahan dan kapanewon menurutnya tidak pernah melakukan sosialisasi. "Sama sekali belum ada mas," ucapnya.

Menanggapi hal itu, Aspiyah mengaku telah meminta seluruh panewu untuk menginformasikan penutupan layanan ini kepada masyarakat. Jawatannya juga menggencarkan sosialisasi melalui media sosial.

"Kami juga sudah pasang banner pengumuman, masyarakat yang sudah terlanjur datang, saya mohon maaf karena ini demi kebaikan bersama, dan saya minta dapat menggunakan layanan kami lewat online yang sudah tertera di banner pengumuman," ucapnya.