Guardiola Siap Tempur di Final Piala FA, Chelsea Tak Gentar di Wembley
Manchester City vs Chelsea di final Piala FA Wembley. Guardiola dan McFarlane siap duel perebutan gelar.
Foto ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, SLEMAN--Camat Depok Abu Bakar mengatakan sejumlah kafe, tempat karaoke, spa dan tempat hiburan lainnya di Kecamatan Depok sudah diminta untuk tutup sejak pekan lalu. “Kecuali, tempat karaoke yang ada di mal, menyesuaikan dengan jam operasional mal.
Terkait dengan tempat kuliner, termasuk di antaranya warung-warung makan dan burjo yang bertebaran di wilayah Depok masih dibolehkan untuk beroperasi namun tetap menerapkan protokol penanganan Covid-19.
Misalnya tempat duduk antarpembeli harus dalam jarak aman. "Ya habis makan diminta cepat balik, tidak berkerumun. Burjo kalau dijadikan tempat menongkrong malam hari, kami minta untuk bubar," kata Abu, Senin (30/3/2020).
Kapolsek Depok Barat Kompol Rachmadiyanto akan bertindak tegas untuk membubarkan kerumunan orang sesuai Maklumat Kapolri, imbauan pemerintah baik pusat maupun daerah, untuk mengindari penyebaran virus Covid-19. "Untuk semua kafe sudah saya tutup semua. Total ada 19 kafe langsung tutup. Setelah diimbau ada empat kafe yang coba buka. Langsung saya datangi, tutup. Sampai saat ini tidak ada lagi yang buka," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Manchester City vs Chelsea di final Piala FA Wembley. Guardiola dan McFarlane siap duel perebutan gelar.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.