ICAS 2026 di Unisa Soroti Krisis Iklim, Hoaks dan Peran Perempuan
ICAS 2026 di Unisa Jogja bahas kepemimpinan perempuan Muslim, krisis iklim, hoaks, transformasi digital, dan keadilan ekologis.
Ilustrasi. /Antarafoto-Aswaddy Hamid
Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan ruang isolasi yang disediakan rumah sakit rujukan Covid-19 di DIY dinilai masih mencukupi sehingga belum diperlukan rumah sakita darurat untuk penanganan.
Sultan menyatakan saat ini DIY belum memerlukan tambahan rumah sakit darurat meski jumlah pasien Covid-19 harus menjalani rawat inap tercatat sebanyak 129 pasien. HB X menilai ruangan rumah sakit saat ini masih mencukupi termasuk rumah sakit rujukan di seluruh DIY yang ditunjukan.
Selain itu ada tambahan 23 ruangan di RSPAU Hardjolukito yang sudah bisa dioperasikan untuk penanganan Covid-19 dari total 150 ruangan yang disediakan.
“Tidak perlu rumah sakit darurat, rumah sakit [segera menangani pasien dalam kondisi] yang ringan, enggak perlu darurat, mumpung penyakitnya masih ringan ditangani jangan sampai berat,” katanya di Kepatihan, Selasa (31/3/2020).
Sultan menambahkan rumah sakit akan melakukan penanganan maksimal untuk disembuhkan bagi pasien yang kondisinya ringan. Sehingga mereka tidak memerlukan alat penting seperti ventilator. “Kalau ditangani sampai berat kan percuma, kalau ringan itu tidak perlu rumah sakit pakai ventilator, ventilator itu untuk mereka yang memang kasusnya berat, kalau menanganinya enggak seberat dalam waktu dua pekan itu, ya jadi pasien.” ujarnya.
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji berharap kasus Covid-19 ini segera berlalu dan ruang untuk penanganan pasien dapat mencukupi. Akantetapi pihaknya tetap menyediakan cadangan jika memang rumah sakit rujukan yang sudah ditunjukan telah memenuhi total daya tampung. Oleh karena itu, sesuai arahan Gubernur DIY, bahwa pasien ringan harus ditangani dan dipilah dengan pasien berat terkait dengan penggunaan ventilator. Mengingat saat ini untuk mendapatkan ventilator sangat sulit.
“Semoga sudah cukup yang sudah ada, kami upayakan tidak darurat, ya rumah sakit beneran, SK Gubernur kan menunjuk 23 rumah sakit rujukan, tidak semua dirawat memerlukan ventilator,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
ICAS 2026 di Unisa Jogja bahas kepemimpinan perempuan Muslim, krisis iklim, hoaks, transformasi digital, dan keadilan ekologis.
PMII DIY mendorong mahasiswa memperkuat analisis kebijakan publik agar gerakan kampus lebih strategis dan berdampak bagi masyarakat.
PPDB Jogja 2026 disorot DPRD Kota Yogyakarta. Disdikpora diminta menutup celah titip KK dan memperkuat verifikasi data kependudukan.
Ekonomi Batang tumbuh 7,74% pada 2025, lampaui nasional. Bupati Faiz raih penghargaan bergengsi.
AS vs Paraguay di Piala Dunia 2026 Grup D, simak jadwal, prediksi skor, dan susunan pemain terbaru.
Rupiah melemah dan IHSG turun, ekonom UKDW sebut kepercayaan investor menurun dan ancam ekonomi nasional.