Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Contoh papan tulis digital di SMP Kesatuan Bangsa. /Ist-dok smp kesatuan bangsa
Harianjogja.com, BANTUL-Sejumlah sekolah di Bantul tetap melakukan proses belajar mengajar di tengan pandemi Corona meski dilakukan dengan jarak jauh. Salah satunya dilakukan di sekolah Kesatuan Bangsa di Sedayu, Bantul.
SMP dan SMA di sekolah tersebut bahkan sudah menerapkan pembelajaran jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi atau Tech in Classroom sebelum ada wabah Corona atau tepatnya sejak 2016 lalu.
Kepala Akademik SMP SMA Kesatuan Bangsa, Eko Andi Hartono, mengatakan semua siswanya tetap mengikuti pembelajaran online tatap muka secara live dengan guru melalui media aplikasi atau website Zoom.
“Sebelum masa pandemi, siswa sudah terbiasa dengan berbagai macam fitur digital ketika mulai mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Hal itu dapat terwujud atas dukungan fasilitas sekolah seperti smartboard dan Interactive Flat Panel (IFP) atau papan tulis digital serta Chromebook sebagai perangkat digital yang wajib digunakan oleh setiap siswa,” kata Eko, dalam rilis yang diterima Harianjogja.com Senin (30/3/2020).
Eko berkata aplikasi Zoom sejauh ini yang paling mudah digunakan oleh guru dan siswa dalam proses belajar mengajar jarak jauh. Para guru tidak sekadar memberikan tugas bagi siswa, tetapi tetap membimbing dan menjadi fasilitator langsung bagi para siswa.
“Aplikasi Zoom sangat cocok untuk program home learning karena memiliki tools yang lengkap, salah satunya mute all yang dapat digunakan agar siswa fokus dan ketika guru menerangkan, anak-anak tetap fokus pada guru yang sedang berbicara. Guru sebagai host juga bisa men-setting aplikasi secara bebas,” ujar Eko.
Kegiatan belajar mengajar secara daring online dimulai dari pukul 09.00- 11.20 WIB dari Senin sampai Jumat. Selain menggunakan aplikasi Zoom, para guru SMP dan SMA Kesatuan Bangsa juga tetap mengkombinasikannya dengan Google Classroom, Quizizz, dan Kahoot agar pembelajaran berlangsung lebih interaktif.
Meskipun menggunakan aplikasi Zoom yang memungkinkan siswa dan guru bisa bertatap muka, namun peran orang tua dalam hal ini tetap penting. Sebab, orang tualah yang berperan sebagai pengontrol utama kegiatan siswa di rumah. Selain itu, pembelajaran daring memerlukan dukungan orang tua supaya siswa memiliki kuota yang cukup untuk mengakses materi pembelajaran.
Eko memastikan pembelajaran online di SMP dan SMA Kesatuan Bangsa akan terus berlangsung hingga kondisi di tanah air, khususnya DIY kembali kondusif sehingga para siswa dari berbagai daerah bisa kembali ke sekolah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menilai dampak El Nino semakin besar sehingga diperlukan respons dini berbasis sains dan kolaborasi lintas sektor.
Menkeu Purbaya menawarkan insentif agar Toyota memindahkan basis manufaktur utama dari Thailand ke Indonesia demi memperkuat industri otomotif.
PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) mengajak puluhan anak di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, belajar mengolah sampah plastik menjadi produk yang bermanfaat.
DPRD DIY menyetujui Raperda yang melarang perdagangan anjing, kucing, kera, kelelawar, musang, dan HPR lain untuk tujuan pangan.
Kemendikdasmen menyebut perpanjangan pendaftaran TKA 2026 memberi waktu lebih bagi siswa untuk mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi impian.