Akibat Pandemi Corona, Perbaikan Jalan Gito-Gati Ditunda

Proyek pelebaran jalan di sekitar Lapangan Denggung masih terus dikebut penyelesaiainya, Selasa (31/3/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
01 April 2020 04:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Rencana perbaikan jalan Gito-Gati Sleman tahun ini pupus dilakukan. Pasalnya Pemerintah Pusat meminta agar seluruh Pemda menunda pengadaan barang dan jasa yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.

Penundaan ini salah satu kebijakan yang diambil pemerintah untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran pandemi virus corona atau Covid-19 yang semakin meluas.

"Iya, penghentian proses pengadaan barang dan jasa untuk Jalan Gito Gati sudah kami lakukan. Dengan berat hati harus kami terima," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ruas jalan Denggung-Wonorejo Bidang Binamarga DPUP-ESDM DIY, Wira Sasongko, Selasa (31/3/2020).

Sedianya, kata Wira, rencana pengadaan barang dan jasa proyek perbaikan jalan Gito-Gati sepanjang 2,48 km tersebut dimulai pada April ini. Namun dikarenakan Menteri Keuangan Sri Mulyani merilis Surat Edaran No.S-247/MK.07/2020 yang diterbitkan Jumat (27/3/2020), rencana perbaikan jalan yang dianggarkan Rp23 miliar tersebut tidak bisa dilaksanakan tahun ini.

Dampak dari surat tersebut, lanjut Wira, semua kegiatan proyek terkait jalan Gito-Gati dihentikan. Karena saat ini baik paket jasa konstruksi maupun paket jasa pengawasan masih tahapan proses tender di BLP. diperbaiki. "Kebijakan ini menyebabkan penanganan Jalan Gito Gati tertunda. Sebab dana untuk perbaikan jalan Gito-Gati bersumber dari DAK Fisik," katanya.

Untuk saat ini, lanjut Wira, Pemda DIY belum membahas lebih lanjut terkait perbaikan jalan Gito-Gati ke depan. Alasannya, saat ini pemerintah baik Pusat maupun Pemda DIY masih fokus melakukan penanganan penyebaran pandemi Covid-19.

"Di Pemda DIY sendiri juga sedang dilakukan efisiensi anggaran dalam rangka penyediaan anggaran untuk penanganan Covid-19 ini," ujar Wira.

Sekadar diketahui, tahun ini pemerintah sedianya akan memperbaiki ruas jalan yang menghubungkan antara perempatan Denggung (Jalan Magelang) hingga persimpangan Wonorejo Kamdanen (Jalan Palagan) atau jalan Gito-Gati. Rencana pengerjaan proyek tersebut ditargetkan selesai dalam waktu lima bulan sejak penandatanganan komitmen.

Terpisah, Sekretaris BKAD Sleman Haris Sutarta mengaku hingga kini masih terus menghitung anggaran pembangunan DAK yang sudah diproses. Pasalnya, proyek yang sudah selesai tender masih diperbolehkan untuk diteruskan.

"Untuk hitung-hitungannya semuanya belum terjumlah. Sebab hanya DAK yang belum jalan yang dicancel sementara yang sudah berjalan masih dilanjutkan tetapi harus dilaporkan ke Pusat," katanya.

Di Sleman sejumlah proyek pembangunan jalan memang menggunakan dana DAK Fisik. Dari sembilan paket perbaikan jalan di Sleman terdapat dua paket ruas jalan yang menggunakan dana DAK Fisik sebesar Rp26 miliar. Kedua ruas jalan yang akan diperbaiki, masing-masing untuk ruas jalan Gelondong-Tegalrejo di Kalasan sepanjang 2 km (Rp17 miliar) dan ruas jalan Babatan-Kemasan di Ngemplak sepanjang 1,85 km (Rp9 miliar).