Ratusan Santri Mlangi Pulang ke Bantul, Langsung Diisolasi

Petugas medis sedang memeriksa kondisi kesehatan santri yang bau tiba di Masjid Agung Manunggal Bantul, Rabu (1/4/2020). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
02 April 2020 03:17 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL- Ratusan santri dari sejumlah pesantren di berbagai daerah mulai pulang ke Bantul karena proses belajar mengajar di pesantren diliburkan lebih awal untuk mencegah penyebaran Coronavirus Disease atau Covid-19.

Meski dinyatakan sehat, saat tiba di Bantul mereka kembali dicek kesehatannya dan diminta mengisolasi diri di rumah selama 14 hari pascakepulangan.

Seperti yang terlihat di halaman parkir Masjid Agung Manunggal Bantul, Rabu (1/4/2020). Terdapat dua bus rombongan santri asal Mlangi Sleman yang dipulangkan. Saat turun dari bus mereka dicek kesehatannya oleh tim medis dan Palang Merah Indonesia (PMI) Bantul, mulai dari suhu tubuh dan tekanan darah. Selain itu mereka juga dibekali masker dan hand sanitizer.

Setelah itu mereka diserahkan ke orang tua masing-masing yang menjemputnya dan menunggu di dalam mobil. Selama proses penyerahan santri kepada keluarga ini juga dipantau oleh sejumlah anggota kepolisian dan Satuan Polisi Pamong Praja. Polisi beberapa kali meminta jaga jarak dalam proses penyerahan santri itu dan santri yang sudah diperiksa kesehatannya diminta segera meninggalkan area masjid Agung Bantul.

Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama Banul, Nunut Rubianto mengatakan ada 130 yang dipulangkan ke Bantul dari pesantren di Mlangi Sleman yang di drop di Masjid Agung Bantul dan di wilayah Sedayu. Sebelumnya, ia juga memeriksa ratusan santri yang pulang dari Jawa Timur dan di drop di Pasar Seni Gabusan.

Menurut dia, saat ini rata-rata pesantren di berbagai daerah sudah meliburkan sementara dan memulangkan para santrinya selama ada pandemi Corona. Proses pemulangan tidak dijemput langsung ke pondok masing-masing karena dikhawatirkan terjadi kerumunan orang banyak sehingga rawan penularan Covid-19. Selain itu di sejumlah daerah juga mulai banyak masyarakat yang menolak orang yang baru datang dari luar daerah.

PCNU Bantul diminta menerima dan memastikan proses penyerahan santri sampai pada keluarganya masing-masing dalam kondisi aman. Pihak pesantren, kata dia, sebenarnya sudah memeriksa semua santri dan dinyatakan dalam kondisi sehat.

“Tapi kami pastkan lagi saat datang juga diperiksa kesehatannya untuk memberikan rasa aman dan nyaman saat pulang,” kata Nunut, Rabu (1/4/2020).

Selain itu para santri yang baru pulang tersebut juga dibekali surat keterangan sehat agar diserahkan kepada kepala dusun masing-masing kemudian mengisolasi mandiri di rumah selama 14 hari sejak kepulangan, “Untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan,” ucap dia.

Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan setelah mendapat informasi adanya kepulangan santri dari berbagai pesantren di luar daerah, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan , Lembaga Kesehatan NU Bantul, dan PMI Cabang Bantul untuk membantu dalam penerimaan santri tersebut.

Ia ingin para santri dilakukan pemeriksaan ulang kesehatannya sebelum bertemu keluarga. “Ini sebagai pendataan sehingga riwayat perjalanan juga jelas dan kondisi kesehatannya juga dapat dipastikan,” kata Halim.

Menurut Halim sejauh ini Bantul tidak hanya menerima santri asal luar daerah yang dipulangkan, namun juga hampir semua pesantren di Bantul juga memulangkan santri ke daerah asal masing-masing.

Selain itu pihaknya juga mengawasi lalu lintas pendatang dan pemudik dari berbagai daerah yang mulai berdatangan. Kepada para pendatang dan pemudik, ia juga meminta agar mengisolasi diri 14 hari sejak kedatangan dan melapor ke kepala dusun, desa dan puskesmas.

Sementara itu salah satu staf Pesantren Assalafiah Mlangi Sleman, Tri Muhari Setiawan, mengatakan total santri yang dipulangkan dari pesantrennya mencapai 850 orang ke berbagai daerah. Semua proses pemulangan difasilitasi dan dibiayai pesantren. Untuk yang dekat diantar langsung ke rumah-rumah, sementara yang jauh menggunakan bus dan diantar sampai titik penjemputan sesuai kesepakatan dengan para orangtua santri.

Pemulangan itu, kata dia, sesuai dengan imbauan dari pemerintah selama masa tanggap darurat Covid-19. Pihaknya tidak mengetahui sampai kapan para santri diliburkan. “Sampai kondisi benar-benar kondusif sambil menanti imbauan pemerintah lebih lanjut,” kata Muhari.