Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan Bantul memastikan semua puskesmas di Bantul belum bisa melayani tes swab atau sampel cairan dari tenggorokan untuk mengetahui virus Corona, karena tes swab membutuhkan laboratorium dan keahlian khusus yang belum tersedia di puskesmas. Namun tes cepat melalui metode rapid test sudah bisa dilaksanakan di beberapa puskesmas.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, mengatakan rapid test sudah bisa dilakukan di sejumlah puskesmas, tetapi sifatnya terbatas karena ketersediaan rapid test juga terbatas. Bantul mendapatkan bantuan rapid test dari Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan DIY sebanyak 650.
Jumlah tersebut hanya bisa menyasar sebanyak 325 orang karena satu orang membutuhkan dua kali uji antibodi melalui alat tersebut supaya mendapatkan hasil maksimal. “Sudah kami terapkan di beberapa puskesmas,” kata Oky, Rabu (8/4/2020).
Dinas Kesehatan Bantul mendahulukan rapid test terhadap orang yang memiliki gejala mengarah pada Covid-19 dan pernah bersinggungan langsung dengan pasien yang sudah dinyatakan positif Covid-19 maupun pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.
“Delapan orang yang sudah dinyatakan positif, itu semua yang berkontak langsung sudah dilakukan contact tracing melalui puskesmas dan sudah dites dengan rapid test,” kata Oky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
John Herdman berjanji Timnas Indonesia memberikan seluruh kemampuan di FIFA ASEAN Cup 2026 setelah gagal di Piala AFF 2026.
Bahlil Lahadalia menegaskan cadangan BBM nasional aman sekitar 20 hari. Antrean di Makassar disebut terjadi karena perubahan pola konsumsi.
HMI Jogjakarta menggelar aksi di Polda DIY, menuntut penanganan serius kasus dugaan kekerasan seksual di Ponpes Ash-Sholihah Sleman.
BMKG mengingatkan potensi gelombang laut hingga 4 meter di sejumlah perairan Indonesia pada 14-17 September. Pelaku pelayaran diminta waspada.
Disdukcapil Kulonprogo mengingatkan warga soal penipuan aktivasi IKD yang meminta Rp10.000, nomor rekening hingga kode OTP.