Puskesmas di Bantul Bisa Layani Rapid Test Corona, tetapi Terbatas

Ilustrasi. - Freepik
08 April 2020 20:27 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan Bantul memastikan semua puskesmas di Bantul belum bisa melayani tes swab atau sampel cairan dari tenggorokan untuk mengetahui virus Corona, karena tes swab membutuhkan laboratorium dan keahlian khusus yang belum tersedia di puskesmas. Namun tes cepat melalui metode rapid test sudah bisa dilaksanakan di beberapa puskesmas.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, mengatakan rapid test sudah bisa dilakukan di sejumlah puskesmas, tetapi sifatnya terbatas karena ketersediaan rapid test juga terbatas. Bantul mendapatkan bantuan rapid test dari Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan DIY sebanyak 650.

Jumlah tersebut hanya bisa menyasar sebanyak 325 orang karena satu orang membutuhkan dua kali uji antibodi melalui alat tersebut supaya mendapatkan hasil maksimal. “Sudah kami terapkan di beberapa puskesmas,” kata Oky, Rabu (8/4/2020).

Dinas Kesehatan Bantul mendahulukan rapid test terhadap orang yang memiliki gejala mengarah pada Covid-19 dan pernah bersinggungan langsung dengan pasien yang sudah dinyatakan positif Covid-19 maupun pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19.

“Delapan orang yang sudah dinyatakan positif, itu semua yang berkontak langsung sudah dilakukan contact tracing melalui puskesmas dan sudah dites dengan rapid test,” kata Oky.