76.261 Keluarga Terdampak Corona di Jogja Dapat Rp625.000 per Bulan

Ilustrasi pembagian sembako murah. - JIBI
11 April 2020 21:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 76.261 keluarga miskin di DIY yang terdampak pandemi Covid-19 bakal mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY akan menyasar sekitar 76.261 kepala keluarga (KK) terdampak virus Corona untuk diberikan bantuan sosial (bansos) atau lazim disebut dengan jaminan hidup (Jadup). Bantuan itu berasal dari APBD DIY.

DPRD dan Pemda DIY telah menyetujui pengalokasian anggaran untuk membantu 76.261 keluarga terdampak virus Corona. Pemberian bansos disepakati sebesar Rp625.000 dalam bentuk sembako.

Kepala Dinas Sosial DIY Untung Sukaryadi menjelaskan Gugus Tugas Bidang Sosial telah merencanakan kebutuhan anggaran total Rp105 miliar untuk menangani persoalan sosial akibat imbas virus Corona. Salah satunya memberikan bansos pangan kepada warga miskin yang jumlahnya 76.261 KK dari desil satu sampai desil empat yang belum pernah menerima apa pun dari pemerintah.

"Targetnya menyasar keluarga miskin yang belum pernah mendapatkan apa pun, baik BPNT [Bantuan Pangan Nontunai] maupun PKH [Program Keluarga Harapan]. Seperti lansia telantar, difabel," katanya Kamis (9/4/2020) lalu, seusai rapat bersama Komisi D DPRD DIY.

Ia menambahkan bantuan sosial itu diberikan dengan jumlah sekitar Rp625.000 per KK per bulan. Rencananya akan diberikan selama dua bulan yaitu April dan Mei. Total data penerima bantuan itu mengacu pada basis data terpadu.

"Sudah by name by address, berdasarkan data terpadu, SK Kemensos Januari 2020, tetapi belum dapat apa-apa. Logikanya, ini kan makin terpuruk, kalau yang lain sudah dapat, ini tidak ada sama sekali. Makanya secepatnya kalau sudah ada [anggaran] akan diberikan," katanya.
Untung memastikan bentuk bantuan itu berupa sembako dan langsung diberikan kepada penerima. Pihaknya sengaja tidak memberikan dalam bentuk uang karena rawan disalahgunakan. Dengan diberikan dalam bentuk sembako sekaligus untuk mengurangi warga yang keluar rumah dengan alasan belanja.

"Bentuknya tetap sembako, kalau uang rawan, pembagian rawan, tidak aman, yang sangat diperhitungkan kalau keluar rumah alasan belanja jadi social distancing tidak terjaga. Tetapi diberikan sembako bisa stay di rumah, selain itu [kalau diberikan uang] bisa jadi untuk beli yang lain," katanya.