Abu Vulkanik Gunung Merapi Menyebar Sampai ke Wonosobo
Letusan Gunung Merapi pada Sabtu (11/3/2023) menyebabkan sejumlah wilayah terkena hujan abu vulkanik.
Tangkapan layar peta Sebaran Kasus Covid di DIY versi Pemda DIY. (corona.jogjaprov.go.id)
Harianjogja.com, JOGJA--Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di wilayah DIY karena diduga terkait dengan Covid-19 terus bertambah dan kini telah mencapai 3.280 orang.
Data itu merujuk laman resmi penanganan Covid-19 Pemprov DIY https://corona.jogjaprov.go.id/ yang diperbarui, Sabtu (11/4/20200) petang. Ribuan ODP itu tersebar di seluruh wilayah di DIY.
Adapun jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 426 orang (sejumlah 467 bila diakumulasi dengan pasien positif). Sebanyak 16 di antaranya meninggal dunia.
Adapun pasien positif bertambah satu orang pada Sabtu (11/4/2020), sehingga jumlahnya naik menjadi 41 orang. Sebanyak enam di antara pasien positif meninggal dunia.
Namun kabar baiknya ada penambahan tiga pasien sembuh pada Sabtu. Sehingga kekinian total pasien sembuh sebanyak 13 orang dan sebanyak 22 orang kini dirawat di sejumlah rumah sakit di DIY.
Berikut data sebaran ODP, PDP dan pasien positif di DIY merujuk laman resmi https://corona.jogjaprov.go.id/, Sabtu (11/4/2020) pukul 20.00 WIB:
Kota Jogja
ODP: 406 orang
PDP: 53 (MD 4, Negatif 26, Proses Pemeriksaan 23)
Pasien Positif: 6 (Dirawat 2, MD 1, Sembuh 3)
Sleman
ODP: 1.010
PDP: 151 (MD 4, Negatif 35, Proses Pemeriksaan 112)
Pasien Positif: 21 (Dirawat 12, MD 4, Sembuh 5)
Kulonprogo
ODP: 326 orang
PDP: 24 (MD 2, negatif 5, proses pemeriksaan 17)
Pasien Positif: 2 (Dirawat 1, Sembuh 1)
Gunungkidul
ODP: 895 orang
PDP: 42 (MD 2, Negatif 14, Proses Pemeriksaan 26)
Pasien Positif: 2 (Dirawat 1, Sembuh 1)
Bantul
ODP: 643 orang
PDP: 115 (MD 3, Negatif 54, Proses Pemeriksaan 58)
Pasien Positif: 8 (Dirawat 4, MD 1, Sembuh 3)
Non DIY
ODP: 0
PDP: 41 (MD 1, Negatif 18, Proses Pemeriksaan 22)
Pasien Positif: 2 (Dirawat 2)
Untuk diketahui, merujuk definisi dari Kementerian Kesehatan seseorang dinyatakan PDP jika ia mengalami demam atau ISPA seusai berinteraksi jarak dekat dengan pasien positif corona. Gejala itu muncul kurang dari 14 hari sejak kontak dengan pasien tersebut.
Mereka yang sempat berinteraksi dengan kasus probabel corona (belum ditentukan statusnya) juga bisa dikategorikan ke dalam PDP.
Mereka yang mengalami ISPA/pneumonia berat hingga membutuhkan perawatan di rumah sakit bisa dikategorikan PDP.
Namun pasien-pasien penderita ISPA dan pneumonia berat ini harus berasal dari daerah terinfeksi virus Corona.
Selain itu, penyakit mereka pun tak bisa dijelaskan oleh dokter dengan penyebab di luar virus corona.
Adapun ODP merupakan orang yang sedang atau pernah mengalami demam di atas 38 derajat celsius. Selain itu, ODP juga bisa saja hanya mengalami gangguan sistem pernapasan seperti batuk, pilek, atau sakit tenggorokan.
ODP harus memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara atau wilayah Indonesia yang tercatat melaporkan penderita virus corona penyebab Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Letusan Gunung Merapi pada Sabtu (11/3/2023) menyebabkan sejumlah wilayah terkena hujan abu vulkanik.
Ribuan warga itu datang dari daerah, bahkan berbagai negara, untuk manyambut perayaan keagamaan tahunan itu, sekaligus untuk menyaksikan suasana sakral dan inda
Gaji ke-13 ASN mulai dicairkan pada Juni 2026. Simak komponen yang diterima, kategori pegawai yang dikecualikan, serta ketentuan penerima manfaat.
Nauru pernah menjadi salah satu negara terkaya di dunia berkat fosfat. Namun habisnya cadangan tambang memicu krisis ekonomi, lingkungan, dan kesehatan yang mas
Xavi Hernandez memprediksi Pep Guardiola akan melatih tim nasional setelah meninggalkan Manchester City pada akhir musim 2025-2026. Inggris disebut sebagai sala
Harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian terpantau stagnan per Senin 1 Juni 2026. Cek tabel perbandingan harga dan analisis spread buyback.