Derita Warga Rusunawa Jongke Sleman di Tengah Pandemi Corona

Anak kecil sedang bermain di Depan Rusunawa Jongke, Desa Sendangadi, Mlati, Sleman, Kamis, (26/4/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
11 April 2020 08:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Dampak dari pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia menyasar di hampir segala lini kehidupan. Banyak pekerja formal maupun informal mengeluhkan pendapatan mereka yang berkurang akibat upaya efisiensi yang dilakukan korporasi.

Salah satu warga Rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Jongke, Sinduadi Mlati Sleman, Yasser Mandella, 32, mengatakan jika sebagai karyawan swasta di sebuah hotel biasa ia harus berjibaku di tengah pandemi Covid-19 yang juga berakibat kepada pendapatannya.

"Gaji saya terpaksa dipotong setengahnya di tengah pandemi Covid-19 ini, banyak warga juga pendapatannya berkurang, akhirnya ya kami mengharapkan agar pemerintah memberikan kebijakan untuk meringankan beban kami," ujar Yasser kepada Harianjogja.com, Jumat (10/4/2020).

Upaya untuk meminta penjelasan kepada instansi terkait juga sudah ia lakukan kepada pengelola Rusunawa Jongke terkait dengan ada atau tidaknya kebijakan pemotongan harga sewa rusun dan juga termasuk potongan biaya listrik.

"Saya sudah tanya ke kantor pengelola yang ada di Rusunawa Jongke apakah ada bantuan pemotongan biaya listrik dan juga pemotongan harga sewa rusun, namun jawabannya belum ada, banyak yang tinggal di Rusunawa ini berpenghasilan rendah," terangnya.

Awalnya, Yasser membaca sebuah artikel di portal media mainstream terkait dengan upaya pembebasan biaya bagi warga di Jawa Timur yang tinggal di Rusunawa milik pemerintah provinsi Jawa Timur selama tiga bulan ke depan.

"Saya mengharapkan, agar kebijakan tersebut juga diambil oleh pemerintah kabupaten Sleman. Sampai sekarang belum ada bantuan apapun yang diberikan kepada kami, yang tinggal di Rusunawa ini harus warga Sleman, nah itu yang saya sayangkan," terangnya.

Adapun, di Rusunawa Jongke totalnya ada empat blok. Satu blok diisi dengan lima lantai. Masing-masing lantai ada sekitar 25 kamar. "Satu tempat harus satu KK, di Jongke banyak yang berprofesi sebagai ojek online juga, karyawan swasta, dan pedagang juga ada," tandasnya.

Namun demikian, Yasser yang sudah hampir tiga tahun tinggal di Rusunawa Jongke tersebut mengatakan jika di Rusunawa Jongke sudah dilakukan upaya penyemprotan disinfektan yang dilakukan oleh petugas di tengah pandemi Covid-19 ini.

"Penyemprotan sudah ada kemarin, untuk sementara waktu jam bertamu juga ditiadakan, saya mengharapkan semoga Pemkab Sleman memberikan kebijakan untuk membantu kami agar bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19 ini," jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman Eko Suhargono mengatakan jika ia dan jawatannya sudah melakukan upaya verifikasi dan validasi terkait dengan keluhan yang disuarakan oleh warga di Rusunawa Jongke.

"Senin pekan depan akan kami bahas karena sampai saat ini datanya baru dalam tahap melengkapi, bantuan yang akan diberikan sendiri seperti sembako dan bantuan lainnya yang masih kami (Dinsos Sleman) bahas," ujarnya.