Jumlah Penghuni Karantina di Asrama Haji Jogja Bertambah Jadi 10 Orang

Foto ilustrasi sel virus SARS-CoV-2 dan sel darah merah. - Freepik
11 April 2020 17:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) serta Pelaku Perjalanan Area Terdampak (PPAT) yang dikarantina di Asrama Haji Jogja kembali bertambah. Hingga Sabtu (11/4/2020) jumlah penghuninya menjadi 10 orang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan mengatakan jumlah penghuni karantina asrama haji per Sabtu (11/4/2020) pukul 15.00 bertambah menjadi 10 orang. Sebelumnya, jumlah penghuni asrama haji berjumlah lima orang. Masing-masing 1 ODP dan 4 OTG/PPAT.

"Tapi jumlahnya saat ini bertambah menjadi 10 orang. Masing-masing 1 ODP dan 4 OTG/PPAT. Jadi yang menghuni saat ini ada 2 ODP dan 8 OTG/PPAT," katanya saat dikonfirmasi Harianjogja.com, Sabtu (11/4/2020) petang.

Dia menjelaskan, tambahan ODP/OTG/PPAT tersebut seluruhnya berstatus sebagai pemudik. ODP yang menghuni karantina merupakan laki-laki pemudik dari wilayah Sumatera yang transit ke Jakarta sebelum tiba di Jogja. Adapun empat orang OTG/PPAT, dua orang warga Sleman yang mudik dari Bekasi. "Satu laki-laki dan satu perempuan," jelasnya.

Dua OTG/PPAT lainnya juga pemudik yang tinggal di Bima, NTB. Mereka datang ke Jogja namun sebelumnya transit di Jakarta. "Semua pemudik ini tinggal di shelter karena ditolak oleh warga. Karena ditolak oleh warga, Pemkab menampung mereka untuk dikarantina di Asrama Haji. Baik ODP maupun OTG/PPAT dikarantina selama 14 hari," katanya.

Sebelumnya, shelter ini merima 1 ODP warga Bengkulu penghuni kost yang diusir lantaran mengalami gejala Covid-19. Sehari setelahnya, empat orang pelajar SMK di Sleman juga menghuni Shelter setelah kembali dari Bogor usai melakukan kegiatan praktik kerja lapangan (PKL).