Satu Keluarga di Bantul yang Terinfeksi Corona Berasal dari Kecamatan Kasihan

Ilustrasi - Freepik
12 April 2020 23:37 WIB Ujang Hasanudin & Lugas Subarkah Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Satu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan seorang anak, yang terinfeksi virus Corona penyebab penyakit Covid-19 berasal dari Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.

Juru Bicara Percepatan Penanganan Infeksi Covid-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan ketiganya terinfeksi Corona setelah bepergian ke Jakarta. Tiga anggota keluarga tersebut adalah bapak berusia 53 tahun, ibu 50 tahun, dan anak laki-laki 22 tahun.

Sri Wahyu belum banyak mengetahui soal riwayat satu keluarga asal Kecamatan Kasihan tersebut sehingga secara bersamaan hasil tes swab-nya positif. Namun, berdasarkan informasi sementara, kata dia, salah satu dari anggota keluarga itu, yakni si bapak, jatuh sakit terlebih dahulu di Jakarta.

Kemudian istri dan anaknya ikut menunggu si bapak saat dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta. “Di Jakarta bukan pengobatan Covid,” kata Sri Wahyu, Minggu (12/4/2020).

Satu keluarga tersebut pulang ke Bantul, kemudian berobat ke Jogja International Hospital (JIH). Ketiganya dicek swab dan hasilnya positif Covid-19. Setelah dinyatakan positif, mereka dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Panembahan Senopati dan PKU Muhammadiyah Bantul.

Sri Wahyu belum bisa melacak kapan ketiga pasien itu tiba di Bantul, “Pulang ke Bantul tanggalnya tidak tahu. Pulang langsung dirawat di JIH. Yang ambil swab JIH,” ujar Oky, sapaan karib Sri Wahyu.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Harian Jogja dari berbagai sumber, keluarga tersebut tinggal di Jl. Nitipuran, Desa Ngestiharjo, Kecamatan Kasihan.

Pemda DIY mengidentifikasi satu anggota keluarga tersebut sebagai pasien Kasus 43, 44, dan 46. Pada Minggu, terdapat tujuh tambahan kasus positif Covid-19 sehingga sejauh ini sudah ada 49 kasus Covid-19 di DIY.

Juru Bicara Pemerintah DIY Untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, menuturkan penambahan tujuh kasus ini terdiri dari Kasus 43, laki-laki 53 tahun, warga Bantul; kasus 44, perempuan 50 tahun, warga Bantul; kasus 45, laki-laki 58 tahun, warga Sleman; kasus 46, laki-laki 22 tahun, warga Bantul; kasus 47, laki-laki 29 tahun warga Sleman; kasus 48, laki-laki 69 tahun, warga Sleman; dan kasus 49, perempuan 65 tahun, warga Sleman.

Berdasarkan hasil tracing, kasus 43 dan 44, dan 46, kontak dengan kasus positif di Jakarta, sedangkan kasus 45 punya riwayat perjalanan dari Surabaya. “Kasus 47 sampai 49 info kontak Jakarta, tetapi masih dalam konfirmasi tracing Kabupaten Sleman,” ujar Berty.