Kasus Kekerasan Hantam Pesantren, Santri Baru di Jawa Tengah Menyusut
Jumlah santri baru di Jateng turun hingga 20% pada 2025, NU akui dampak kasus kekerasan dan dorong reformasi pesantren.
Plastik mulsa. /Antarafoto
Harianjogja.com, KULONPROGO - Beragam kiat terus dicoba untuk menggenjot produktivitas padi. Dari penggunaan varietas unggul hingga aplikasi teknologi mesin pun diterapkan. Paling baru mulsa plastik bekas tanam cabai pun diujicobakan, harapannya sama, peningkatan produktivitas padi dapat terpenuhi.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Aris Nugraha menjelaskan percobaan dilakukan oleh Kelompok Tani Tunas Muda, Kelurahan Bendungan Kapanewon Wates menggunakan Varietas Mapan 05. Aris yang dihubungi pada Rabu (15/4/2020) menjelaskan adapun dalam satu areal sawah diujicobakan tiga perlakuan cara tanam melalui petak ubinan.
Pertama penanaman padi pada bekas lubang tanam cabai dengan ukuran 40 x 40 cm. Perlakuan kedua penanaman padi pada lubang tanam cabai dan lubang pupuk dengan ukuran 20 x 20 cm. Hasil itu lebih baik dari penanaman cara konvensional tanpa mulsa yang hanya sekitar 7-8 ton/ha.
Aris menerangkan dari panen pertama pada (13/4/2020) menunjukkan hasil yang lebih baik di perlakuan mulsa bila dibandingkan dengan tanpa mulsa. Pada perlakuan pertama dengan jarak tanam 40 x 40 cm yang bila petak ubinan dikonversi dalam satuan hektare mampu menghasilkan gabah sebanyak 9,008 ton/ha.
Sementara untuk jarak tanam 20 x 20 cm bila dikonversi mampu menghasilkan 9,92 ton/ha. "Padahal untuk teknik konvensional biasanya hanya menghasilkan 7-8 ton per hektar," terangnya.
Anggota Kelompok Tani Tunas Muda, Ngadirin mengatakan teknik penanaman padi dengan mulsa atau yang disebut teknik kemul sawah ini memiliki banyak keuntungan selain meningkatkan produktivitas padi. Dia mengatakan salah satu keuntungan lainnya dari tanam padi teknik mulsa yakni penghematan jumlah tenaga tanam.
Bila menggunakan teknik konvensional setidaknya butuh delapan orang untuk sekali penanaman. Namun dengan teknik mulsa jumlah tenaga dapat dikurangi menjadi cukup empat orang saja sekali tanam.
Ngadirin juga bercerita, bahwa dengan teknik mulsa tidak perlu penyiangan yang banyak. Gulma yang biasa tumbuh disela-sela rumpun padi tidak bisa tumbuh karena terhalang mulsa. Teknik mulsa juga mampu mengurangi jumlah pemupukan dan pengairan. Hal itu dikarenakan penutupan mulsa mengurangi penguapan. Diprediksi mulsa bekas tanam cabai dapat digunakan sampai tiga kali musim tanam dengan pola tanam cabai-padi-padi-cabai.
Meski banyak menuai hasil positif pada panen pertamanya, Aris masih belum merekomendasikan teknik ini ke petani Kulonprogo. Menurutnya masih perlu penelitian dan berbagai pertimbangan lebih lanjut tentang penggunaan teknik mulsa seperti analisis SWOT.
"Kami perlu mengumpulkan data panen selama setahun agar bisa dibandingkan apakah memang ada perbedaan nyata antara penanaman padi dengan mulsa dibandingkan dengan tanpa mulsa seperti apa hasilnya," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumlah santri baru di Jateng turun hingga 20% pada 2025, NU akui dampak kasus kekerasan dan dorong reformasi pesantren.
YIA menuntaskan 100 persen balik nama sertifikat lahan dengan BPHTB Rp0, memperkuat legalitas aset dan pengembangan kawasan aerotropolis Kulon Progo.
Pemerintah menyiapkan revisi Tarif Batas Atas tiket pesawat dengan skema baru yang mempertimbangkan harga avtur, kurs, dan kebutuhan masyarakat.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 5 Juni 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Rp8.000, tersedia 14 perjalanan setiap hari.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 5 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif Rp8.000 dengan 12 perjalanan dari pagi sampai malam.
Istana menegaskan Presiden Prabowo rutin mengevaluasi seluruh program kementerian dan lembaga sebagai bagian dari penguatan pengawasan serta pemberantasan korup