27 Dapur MBG di Boyolali Ditutup, Dana BGN dan IPAL Jadi Kendala
Sebanyak 27 SPPG atau dapur MBG di Boyolali berhenti beroperasi akibat dana BGN belum cair dan kendala IPAL. Audit nasional juga segera dilakukan.
Foto ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, KULONPROGO- Sudah sembilan hari pasien positif Corona Virus Disease 2019 (Covid - 19) Kulonprogo yang merupakan Anak Buah Kapal (ABK) dirawat di RSUD Wates. Meski kondisi pasien positif yang kian membaik, RSUD Wates masih menunggu hasil tes swab negatif dua kali berturut-turut agar pasien bisa dipulangkan.
Juru bicara RSUD Wates untuk penanganan COVID-19, Albertus Sunuwata Triprasetya mengatakan kondisi pasien positif yang dirawat di RSUD Wates saat ini baik. "Secara umum kondisi baik, tidak ada sesak napas dan demam, batuk hanya kadang-kadang," jelas Sunu yang dihubungi pada Sabtu (18/4/2020).
Sunu menjelaskan sejak pertama dirawat sembilan hari yang lalu, kondisi pasien memang terbilang cukup baik. Pasien positif bahkan tidak perlu menggunakan infus. "Dari awal pasien diisolasi, pasien tidak dipakaikan infus," jelasnya. Meski kondisi pasien yang baik, Sunu menjelaskan masih perlu menunggu hasil dari tes Swab sampai menunjukkan negatif selama dua kali berturut-turut agar pasien bisa dipulangkan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, Sri Budi Utami dihubungi pada Sabtu (18/4/2020) menjelaskan pasien positif telah setidaknya telah menjalani tiga kali tes. Tes pertama pasien menunjukkan hasil negatif. Namun karena ragu dikarenakan pasien berasal berasal dari Amerika, maka pasien dites lagi dan diminta untuk melakukan karantina mandiri.
Di tengah pelaksanaan karantina mandiri, hasil tes kedua keluar dan menunjukkan ABK dari Amerika tersebut positif. Selanjutnya pasien pun diisolasi di RSUD Wates. Saat menjalani isolasi, pasien telah melakukan tes ketiga kalinya dengan cara tes swab. "Namun saat ini masih menunggu hasil tes swab ketiga," jelas Budi. Bila hasil tes ketiga dan keempat pasien dinyatakan negatif, ABK tersebut bisa dipulangkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 27 SPPG atau dapur MBG di Boyolali berhenti beroperasi akibat dana BGN belum cair dan kendala IPAL. Audit nasional juga segera dilakukan.
Menonton film dan serial digital menjadi cara siswa SMAN 1 Sleman mengurangi stres setelah ujian sekaligus memulihkan energi dari aktivitas belajar.
HIPMI DIY meminta evaluasi Program Makan Bergizi Gratis tidak merugikan UMKM mitra yang telah berinvestasi besar untuk mendukung program pemerintah.
Psikolog menjelaskan kebutuhan akan kontrol, hilangnya empati, dan kemarahan terpendam dapat menjadi faktor pemicu tindakan penyekapan dan penyiksaan.
Penanganan kawasan kumuh Sleman menghadapi kendala anggaran dan status lahan, namun target penataan permukiman terus ditingkatkan hingga 2029.
Universitas Alma Ata menyampaikan pernyataan sikap terkait LGBT dan mendorong penguatan pendidikan karakter serta ketahanan keluarga.