Sultan Perintahkan Kawasan Perbatasan DIY Dijaga Ketat

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X memberikan arahan pada warga Dareha Istimewa Yogyakarta (DIY) soal penyakit yang disebabkan virus corona SARS-CoV-2. - Ist/Youtube
24 April 2020 15:37 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyatakan DIY akan memperketat pengawasan di kawasan perbatasan yang menjadi pintu masuk dalam merespons larangan mudik yang disampaikan Pemerintah Pusat. Keberadaan warga dari zona dikhawatirkan dapat meningkatkan angka pasien positif Covid-19 di DIY.

Sultan mengatakan hingga Jumat (24/4/2020) pihaknya belum mengetahui detail terkait regulasi larangan mudik yang diterbitkan Pusat. Akan tetapi dengan adanya kebijakan lisan yang telah disampaikan Presiden serta melalui sejumlah pembahasan dengan Pusat, maka DIY mengambil langkah untuk memperkuat pengawasan di jalan raya dalam hal ini pintu masuk DIY.

"Kalau kita kan memperkuat [pemeriksaan] di jalan, menunjukkan surat sehat. Kalau memang harus ditampung [dibolehkan masuk] ya isolasi mandiri dua pekan, tetapi kalau untuk masuk Jawa Tengah kan juga dijaga," katanya di sela-sela penyerahan bantuan sembako untuk pelaku wisata di Gedung Wana Bhakti Yasa Jalan Kenari, Umbulharjo, Kota Jogja, Jumat (24/4/2020).

Pemeriksaan kesehatan melalui pos perbatasan yang sudah ditentukan harus dilakukan untuk memastikan bahwa pengguna jalan atau pemudik yang masuk ke DIY tidak memiliki gejala Covid-19. Sultan meminta pemeriksaan di jalan bisa memastikan yang masuk ke DIY bersih dari Covid-19. Jangan sampai kondisi kasus yang saat ini sudah berangsur menurun justru naik lagi karena adanya pemudik dari zona merah.

"Maka saya juga minta di jalan juga dibersihkan [yang masuk tidak memiliki gejala Covid-19], karena kondisi memang belum bagus, jangan sampai kondisi beberapa hari ini [kasusnya] sudah turun tetapi nanti naik lagi, bukan sekedar ODP tetapi memang positif, kan jadi masalah baru lagi," ujarnya.

Sultan menilai pemeriksaan pemudik dari zona merah tersebut harus diperketat karena memiliki kecenderungan potensi menambah angka kasus positif. Berbeda dengan saat pemudik yang datang sekitar dua pekan yang lalu, potensinya penularannya tidak sebesar saat ini.

"Screening massal sudah kami lakukan, hanya kami akan mencoba [memperketat], kalau mereka pendatang dua pekan yang lalu datang ke Jogja mungkin mayoritas perkiraan mungkin negatif [dari Covid-19]. Tetapi kalau sekarang [yang] mudik mungkin ruang untuk [menambah] positif lebih [banyak]. Untuk itu, sekarang yang penting kita tangani dengan betul," ucap Sultan.