Kemenhan Beri Santunan Rp50 Juta untuk Korban Latsarmil SPPI
Kemenhan beri santunan Rp50 juta bagi peserta SPPI yang meninggal, sekaligus evaluasi total sistem latihan militer.
Ilustrasi./Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Sejak beroperasi Senin (13/4/2020) lalu, Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid- 19 (RSLKC) Bantul diklaim sudah lengkap dan siap merawat pasien. Hanya saja, kesiapan itu perlu didukung dengan penambahan alat perlindungan diri [APD], terutama masker jenis N95.
Tercatat hingga Sabtu (25/4/2020), ada tujuh pasien dirawat di rumah sakit darurat yang berlokasi di bekas Puskesmas Bambanglipuro itu. Dua di antaranya berstatus positif Covid-19. Sementara sisanya adalah pasien dalam pemantauan [PDP]. Direktur RSLKC, Tarsisius Glory, menyatakan semua kebutuhan operasional sudah lengkap. Jumlah tenaga kesehatan, mulai dari dokter hingga perawat sudah cukup.
APD yang tersedia juga sudah memenuhi standar operasional medis. Jumlah ketersediannya, kata laki-laki yang disapa Glory itu masih mampu mencukupi kebutuhan. Kecuali untuk masker jenis N95 yang stoknya sudah hampir habis. Sementara stok dari pemerintah daerah belum turun. Maka dari itu, bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan masker N95, Glory menerimanya dengan tangan terbuka.
“Kalau mau memberikan donasi masker, kami terbuka buat siapa saja,” katanya kepada Harianjogja.com.
Selain kekurangan APD, RSLKC juga terpantau masih membenahi beberapa sudut bangunan. Pada Sabtu kemarin, ada beberapa pekerja memasang konblok di halaman rumah sakit. Namun, aktivitas tersebut tidak sampai mengganggu perawatan pasien.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Joko Wahyu Santoso, mengatakan pengadaan APD sudah dilakukan dengan bermodalkan Anggaran Belanja Pemerintah Daerah [APBD]. Sayangnya, belum semua pesanan APD tersebut sudah datang dan siap didistribusikan ke fasilitas kesehatan.
Laki-laki yang akrab disapa Oky itu tak bisa memastikan kapan APD datang lagi. Menurut dia, pemerintah akan mendahulukan rumah sakit rujukan yang segera membutuhkan APD. Termasuk RSLKC yang saat ini kekurangan masker N95. “Prioritas pasti ada untuk rumah sakit rujukan yang memang membutuhkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemenhan beri santunan Rp50 juta bagi peserta SPPI yang meninggal, sekaligus evaluasi total sistem latihan militer.
Belanda disingkirkan Maroko lewat adu penalti di Piala Dunia 2026 dan kini menyamai rekor buruk Spanyol dalam sejarah turnamen.
Pemkab Gunungkidul berencana memindahkan kantor Kapanewon Ponjong ke pinggir jalan nasional karena dinilai kurang strategis.
AS tawarkan hadiah Rp160 miliar untuk informasi peretas diduga Rusia yang menargetkan akun Signal dan WhatsApp pejabat penting.
Maroko lolos 16 besar Piala Dunia 2026 usai kalahkan Belanda. Apa itu Singa Atlas? Simak fakta di balik julukan timnas Maroko yang terinspirasi singa raksasa!
Nadiem Makarim divonis 10 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook Kemendikbudristek di Pengadilan Tipikor Jakarta.