Hasil Tangkapan Nelayan Pantai Sadeng Meningkat

Sejumlah nelayan membongkar ikan dari kapal yang merapat di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng, Kecamatan Girisubo, belum lama ini. - Istimewa/Dokumen DKP DIY
27 April 2020 23:12 WIB Yudhi Kusdiyanto Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Di tengah pandemi Corona di mana semua objek wisata pantai ditutup, aktivitas nelayan di DIY masih berjalan seperti biasanya. Hal ini terlihat di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sadeng yang tetap melaut. Bahkan saat ini nelayan panen hasil tangkapan ikan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Bayu Mukti Sasongko, mengungkapkan di tengah pandemi Covid 19, jajarannya untuk sementara tidak mengizinkan kapal dari luar untuk berlabuh di PPP Sadeng. Hal ini dilakukan guna memutus rantai penyebaran Corona.

“Selama tanggap darurat Covid-19 nelayan di sepanjang pantai di DIY tetap melaut. Bahkan ketersediaan ikan di PPP Sadeng meningkat meskipun kapal dari luar tidak masuk ke pelabuhan,” katanya, dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Senin (27/4/2020).

Bayu menjelaskan dalam kurun tiga bulan mulai Januari hasil tangkapan ikan di Pantai Sadeng mencapai 190 ton, Februari naik menjadi 360 ton dan Maret sebesar 350 ton. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Menurutnya, hasil tangkapan ikan meningkat karenakan kapal lokal cukup banyak, rata-rata terdapat 500 nelayan lokal yang setiap harinya melaut. “Sektor perikanan sangat menjanjikan untuk meningkatkan ekonomi warga apalagi saat musim ikan seperti sekarang ini. Tahun ini hasil produksi perikanan lebih tinggi,” kata Bayu.

Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai Sadeng, Darmadi, mengatakan produksi ikan di Sadeng meningkat terutama pada April hingga Desember. Berdasarkan data produksi, pada 1-19 April 2020 tercatat hasil tangkapan ikan sebesar 99 ton atau senilai Rp2,6 miliar. Menurutnya, produksi perikanan tangkap tidak terlalu tepengaruh Covid-19.

“Hingga April ini harga ikan untuk ekspor tetap stabil namun untuk memenuhi kebutuhan lokal harganya menurun. Ikan yang ditangkap nelayan bermacam-macam namun sebagian besar berupa tuna, cakalang dan layur yang merupakan ikan ekspor. Nelayan menggunakan perahu motor dengan ukuran kurang dari lima grosston (GT) hingga 45GT serta perahu motor tempel untuk melaut,” kata Darmadi.

Darmadi menambahkan, salah satu kapal yakni KM Restu Putra dengan kapasitas 58GT pada Minggu (26/4) membongkar hasil tangkapan sebanyak 25 ton di PPP Sadeng setelah sembilan hari melaut. Hal tersebut menjadi sebuah capaian yang bagus di masa panen ikan seperti saat ini.