Harga Kebutuhan Pokok di Sleman Stabil, Warga Tak Perlu Panic Buying

nBupati Sleman Sri Purnomo bersama TPID Sleman saat melakukan pantauan harga di wilayah Gamping, Kamis (30/4/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
01 Mei 2020 10:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Di tengah pandemi Covid-19, harga kebutuhan bahan pokok di Sleman relatif stabil. Hal itu diungkap Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sleman usai melakukan pantauan kesejumlah pusat grosir di Sleman.

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan TPID Sleman melakukan pantauan harga di sejumlah grosir bahan kebutuhan pokok. Seperti Gudang CV. Lestari, Kronggahan, Trihanggo, Gamping maupun PT. Goedang Grosir Berdikari, Banyuraden, Gamping. Berdasarkan hasil pantauan yang dilakukan TPID, katanya, harga kebutuhan pokok masyarakat relatif stabil.

"Dari pantauan yang kami lakukan, harga kebutuhan pokok seperti beras, terigu, minyak goreng dan lainnya stabil dan cukup. Stok barang ada namun pembelinya yang agak turun," kata Sri usai melalukan peninjauan, Kamis (30/4/2020).

Menurutnya Sri, harga komoditas yang mengalami kenaikan hanya terjadi pada komoditi gula pasir. Harga tertinggi di pasaran saat ini mencapai Rp18.000 per kilogram dan terendah Rp16.500 per kilogram. Menurutnya, harga gula saat ini menurun dibandingkan pada Maret lalu di mana harga tertinggi mencapai Rp20.000 dan harga terendah Rp17.500 per kilogram.

"Gula ini memang stok menipis dan distribusi dari pabrik belum lancar. Kami akan koordinasi ke provinsi agar pendistribusian gula bisa lancar," ujar Sri.

Sri berharap dengan kondisi stok dan harga kebutuhan pokok di Sleman yang masih tercukupi, masyarakat diminta untuk tidak memborong secara berlebihan atau aksi panic buying. "Pada prinsipnya bahan kebutuhan pokok di Sleman stoknya masih aman. Beli secukupnya dan jangan panic buying," tambahnya.