Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Foto ilustrasi. /Reuters
Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah mengumumkan tiga klaster besar penularan virus Corona di DIY yang berasal dari kegiatan keagamaan.
Di Gunungkidul penularan virus Corona di klaster tersebut bahkan sudah beranak pinak hingga sampai ke generasi kelima.
Adapun tiga klaster besar itu tersebar di Sleman, Bantul dan Gunungkidul.
Ahli Epideologi UGM, Riris Andono Ahmad, menuturkan tiga klaster besar DIY yakni Jemaah Tabligh Jakarta yang pulang ke Sleman, Jemaah Tabligh Jakarta yang pulang ke Gunungkidul dan Jemaah GBIP dari Sinode di Bogor yang pulang ke Sleman, Kota Jogja dan Bantul.
Klaster Jemaah Tabligh di Gunungkidul terdiri dari lima kasus terkonfirmasi positif, satu PDP meninggal dan 12 lainnya positif rapid. “Bermula dari satu Jemaah yang pulang dari Jakarta menularkan ke PDP. PDP ini lah yang punya jejaring ke banyak kasus lainnya,” ujarnya.
Sementara Klaster Jemaah Tabligh di Sleman jumlah kasus lebih banyak lagi, yakni 16 kasus terkonfirmasi positif dan 10 positif rapid. Klaster ini juga meliputi Sembilan Jemaah Tabligh asal India sebanyak Sembilan orang, dengan empat terkonfirmasi positif dan lima positif rapid.
Klaster Jemaah Tabligh di Sleman kata dia, telah mencapai penularan generasi ketiga. Sementara klaster Jemaah Tabligh di Gunungkidul telah mencapai penularan generasi kelima.
Kemudian untuk klaster Jemaah GBIP dari Sinode di Bogor, terdapat tiga Jemaah yang pulang namun ketiganya berstatus dua negatif rapid test dan satu positif rapid test. Di klaster ini terdapat 17 kasus dengan rincian dua kasus terkonfirmasi positif, tiga PDP dan sisanya positif rapid.
Ia menuturkan setelah Sinode di bogor, salah satu jemaat yang pulang juga mengikuti pertemuan gereja di Semarang bersama 11 orang lainnya dalam satu mobil. Penumpang mobil ini terdapat satu kasus terkonfirmasi pisitif, satu negatif rapid test, satu positif rapid test dan sisanya belum dites.
Adapun persebaran klaster ini meliputi di Kota Jogja, Sleman dan Bantul. Di Kota Jogja sebanyak 13 dengan rincian satu negatif rapid test, enam positif rapid test dan sisanya belum dites.
Di Sleman sebanyak 20 orang dengan rincian satu kasus terkonfirmasi positif, tiga PDP, tiga positif rapid test dan sisanya belum dites. Di Bantul hanya terdapat empat orang dengan rincian satu positif rapid test dan tiga belum dites.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
SIPA 2026 resmi dibuka di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo. Sekitar 250 seniman dari 7 negara tampil dengan tema Kinetic Kinship: Beyond Boundaries.
Cara download video Facebook tanpa aplikasi lewat HP atau laptop. Simak langkah menyalin tautan hingga menyimpan video dengan aman.
Yudai Yamamoto ditunjuk memimpin Persija vs Persib di SUGBK. Simak profil, pengalaman, dan rekam jejak wasit asal Jepang ini.
DPRD Bantul meminta data 9.216 KPM yang terindikasi judi online diverifikasi ulang karena dikhawatirkan terjadi kesalahan dan penyalahgunaan NIK.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.