Advertisement
Disdik Sleman: Pembelajaran Jarak Jauh Berimbas pada Target Kurikulum Siswa
Seorang anak menyimak pembelajaran yang disiarkan melalui Televisi Republik Indonesia (TVRI) di Kelurahan Gladak Anyar, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan 720 episode untuk penayangan Belajar dari Rumah selama 90 hari untuk PAUD hingga SMA melalui TVRI. - ANTARA FOTO/Saiful Bahri
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN - Masa pembelajaran jarak jauh dinilai akan membuat siswa SD maupun SMP di Kabupaten Sleman tidak akan mencapai target kurikulum yang sudah ditetapkan. Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman akan melakukan evaluasi lanjutan ketika siswa sudah naik kelas. Hal-hal yang tidak tercapai selama masa pembelajaran jarak jauh akan dimaksimalkan ketika siswa sudah naik kelas.
PLT Kepala Dinas Pendidikan Sleman Arif Haryono menegaskan bahwa akan ada dampak dari pembelajaran jarak jauh yang diterapkan ke siswa SD maupun SMP yang ada di kabupaten Sleman. Menurutnya dampak tersebut dapat diketahui dari sejumlah aspek.
Advertisement
"Di antaranya dari substansi atau materi pembelajaran, kedua dari sisi pendekatan pembelajaran, ketiga dari sistem penilaian kepada siswa," ujar Arif, Sabtu (2/5/2020).
Arif mencontohkan, seperti halnya dari sisi materi pembelajaran yang diberikan kepada siswa juga akan dibatasi karena pendekatan pembelajaran yang dipakai menggunakan sistem daring. "Itupun kalau lancar [koneksi internet], kalau tidak lancar akan menggunakan mekanisme manual yang disertai dengan sejumlah keterbatasan yang dihadapi guru," jelasnya.
Namun demikian, upaya untuk mengevaluasi hasil belajar siswa akan tetap dilakukan. Upaya evaluasi penting untuk dilakukan guna mengetahui apa yang menjadi kekurangan siswa saat melakukan pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi Covid-19.
"Di kelas berikutnya, siswa harus didorong, kekurangan-kekurangan selama rentan waktu pembelajaran jarak jauh harus diidentifikasi, misalnya siswa kelas empat SD akan didorong ketika ia naik di kelas lima, kekurangan anak-anak harus diidentifikasi," jelasnya.
Upaya identifikasi kepada siswa sudah direncanakan oleh Arif dan jawatannya untuk dilakukan. Setiap mata pelajaran yang sudah diberikan kepada siswa nantinya akan dilaksanakan upaya evaluasi di tingkat berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement








