Siswa SLB Negeri Pembina Jogja Bagi-bagi Takjil kepada Warga
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian komite SLB Pembina untuk menanamkan nilai berbagi dan empati kepada anak-anak
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Kesehatan Bantul sudah melakukan tes cepat terhadap dua santri yang baru pulang dari Temboro, Magetan, Jawa Timur sebagai deteksi dini Coronavirus Disease atau Covid-19. Hasil tes cepat dengan rapid diagnostic test terhadap dua santri asal Kecamatan Piyungan tersebut diketahui reaktif atau positif.
Kedua santri tersebut langsung diisolasi. Keduanya akan dilakukan tes polymerase chain reaction (PCR) melalui swab atau cairan tenggorokan dan hidung.
“Dua santri yang rapid test-nya positif, tinggal menunggu tes swab,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penuluran Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, saat dihubungi, Senin (4/5/2020).
Pihaknya masih terus menelusuri santri lainnya yang dari Temboro. Namun sejauh ini Dinas Kesehatan baru menemukan dua santri tersebut. Oky-sapaan akrab Sri Wahyu Joko Santoso menduga santri dari Temboro pulang rombongan. Namun ia belum mengetahui rombongannya dari mana saja. “Masih kami lacak,” ucap Oky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian komite SLB Pembina untuk menanamkan nilai berbagi dan empati kepada anak-anak
Kopdes Merah Putih disiapkan untuk melawan rentenir dan tengkulak. Bisakah koperasi desa menjadi solusi pembiayaan dan pemasaran bagi petani.
Jadwal Piala Dunia 23 Juni 2026 lengkap dengan klasemen sementara semua grup terbaru. Inggris, Argentina, dan Prancis bersaing ketat.
Program bedah rumah siswa Sekolah Rakyat naik menjadi 10.000 penerima pada 2026. Bantuan BSPS senilai Rp20 juta disalurkan untuk renovasi rumah layak huni.
Gojek dan Grab resmi menerapkan potongan komisi ojol 8% mulai 1 Juli 2026. Pengemudi berpotensi menerima 92% pendapatan per transaksi.
Cak Imin mendukung fokus baru Program MBG yang memprioritaskan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita untuk mempercepat penurunan stunting.