Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Kesehatan Bantul sudah melakukan tes cepat terhadap dua santri yang baru pulang dari Temboro, Magetan, Jawa Timur sebagai deteksi dini Coronavirus Disease atau Covid-19. Hasil tes cepat dengan rapid diagnostic test terhadap dua santri asal Kecamatan Piyungan tersebut diketahui reaktif atau positif.
Kedua santri tersebut langsung diisolasi. Keduanya akan dilakukan tes polymerase chain reaction (PCR) melalui swab atau cairan tenggorokan dan hidung.
“Dua santri yang rapid test-nya positif, tinggal menunggu tes swab,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penuluran Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, saat dihubungi, Senin (4/5/2020).
Pihaknya masih terus menelusuri santri lainnya yang dari Temboro. Namun sejauh ini Dinas Kesehatan baru menemukan dua santri tersebut. Oky-sapaan akrab Sri Wahyu Joko Santoso menduga santri dari Temboro pulang rombongan. Namun ia belum mengetahui rombongannya dari mana saja. “Masih kami lacak,” ucap Oky.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
YIA tetap beroperasi normal meski 30 penerbangan terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau dan penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta.
BMKG memprakirakan cuaca Senin didominasi cerah berawan hingga berawan tebal. Simak prakiraan cuaca dan suhu lima wilayah DIY.
Anggaran Banper MBG 2027 dipangkas Rp30 triliun menjadi Rp232,5 triliun. BGN tetap menargetkan 72,46 juta penerima manfaat.
Kemenkes menerbitkan SE terkait dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Simak imbauan untuk fasilitas kesehatan dan masyarakat.
Perguruan tinggi perlu memastikan lingkungan kampus terbebas dari kekerasan serta memiliki mekanisme yang jelas untuk menangani kasus ketika kekerasan terjadi.