Bermula dari Karyawan Pingsan, Kronologi Sejumlah Pekerja Supermarket di Sleman Diduga Terinfeksi Covid-19

Foto ilustrasi sel virus SARS-CoV-2 dan sel darah merah. - Freepik
05 Mei 2020 17:57 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Sebuah supermarket di Sleman kini ditutup karena sejumlah pekerjanya diduga terinfeksi Covid-19.

Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menutup sementara sebuah pusat perbelanjaan di Jalan Magelang, Kecamatan Mlati, Sleman mulai Selasa, karena adanya temuan salah satu karyawan terpapar Covid-19.

"Mulai hari ini (5/5/2020), sementara kami tutup, tidak boleh operasional. Kita selesaikan 'rapid test' (tes cepat) untuk yang 106 karyawan," kata Bupati Sleman Sri Purnomo di Sleman, Selasa.

Dia mengatakan penutupan sementara swalayan itu sampai dengan ada hasil swab dari lima karyawan yang dilakukan sebelumnya.

"Penutupan sampai dengan keluarnya hasil swab terhadap lima karyawan yang pertama, kemudian 22 karyawan berikutnya serta hasil 'rapid test' yang dilakukan hari ini," katanya.

Kasus dugaan adanya karyawan di sebuah supermarket di Mlati, Sleman yang terpapar COVID-19 tersebut, bermula dari adanya satu karyawan yang merupakan warga Kota Yogyakarta yang positif COVID-19.

Kemudian 10 karyawan lainnya, sembilan di antaranya melakukan tes cepat di Puskesmas Mlati 1 Sleman dengan hasil empat orang nonreaktif, lima orang reaktif, dan satu karyawan tes cepat di Puskesmas Kota Yogyakarta.

Kejadian tersebut bermula pada Sabtu (25/4/2020), sekitar pukul 14.15 WIB, ada salah satu karyawan pingsan di dalam area Indogrosir (Bagian Kasir).

Selanjutnya, tiga karyawan lainnya yang melihat kejadian tersebut mengangkat karyawan yang pingsan tersebut keluar area swalayan dan memasukkan ke dalam mobil untuk dibawa ke RSA UGM.

Saat itu, yang berada di dalam mobil ada empat karyawan. Karyawan yang pingsan tersebut di RSA UGM langsung dilakukan pemeriksaan medis.

Selanjutnya pada pukul 20.00 WIB karyawan tersebut diperbolehkan pulang dan disarankan untuk istirahat dan mengisolasikan diri di rumahnya dan diantar oleh empat karyawan yang sebelumnya ikut mengantar ke rumah sakit.

Selanjutnya, pada Kamis (30/4/2020) ada tujuh karyawan yang sempat menolong diinstruksikan untuk melakukan cek darah di Puskesmas Mlati 1.

Pada Sabtu (2/5/2020) dan hasil cek lab yaitu tiga orang nonreaktif dan lima orang reaktif sehingga keseluruhan karyawan yang terlibat menolong melaksanakan isolasi mandiri di rumahnya masing-masing sampai 15 Mei 2020.

Sumber : Antara