Kemendikdasmen Target Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Kasus Covid-19 di DIY belum ada tanda-tanda terjadinya penurunan pasien. Gugus Tugas Penangan Covid-19 DIY melaporkan adanya penambahan 10 kasus positif yang didominasi Klaster Gereja dan Klaster Indogrosir.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan ada penambahan 10 kasus positif Covid-19 berdasarkan hasil laboratorium. Sehingga jumlah total menjadi 169 kasus untuk seluruh DIY. Mereka tercatat sebagai enam orang warga Bantul, tiga warga Kota Jogja dan satu orang warga Sleman. Dari sisi jenis kelamin, enam orang perempuan dan empat di antaranya laki-laki.
"Penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid 19 pada hari ini tanggal 12 Mei 2020 sebanyak 10 kasus, sehingga jumlah kasus positif Covid 19 di DIY adalah 169 kasus," katanya Selasa (12/5/2020).
Sepuluh pasien positif Covid-19 itu antara lain Kasus 162, laki laki, 76 tahun warga Kota Jogja, Kasus 163, perempuan, 48 tahun warga Kota Jogja, Kasus 164 perempuan, 33 tahun warga Bantul, Kasus 165 perempuan, 43 tahun warga Bantul. Kemudian Kasus 166 laki laki, 70 tahun warga Kota Jogja, Kasus 167 : perempuan, 56 tahun warga Bantul, Kasus 168, laki laki, 49 tahun warga Sleman, Kasus 169 perempuan, 52 tahun warga Bantul, Kasus 170 laki laki, 34 tahun warga Bantul dan Kasus 171, seorang perempuan, usia 65 tahun warga Bantul.
Berty menambahkan dari sepulu kasus itu sebanyak empat orang merupaman Klaster Jemaah Gereja, tiga orang Klaster Indogrosir dan sisanya kontak kasus. Adapun yang masuk Klaster Gereja adalah Kasus 162, Kasus 163, Kasus 168 dan Kasus 169, sedangkan Klaster Indogrosir merupakan Kasus 165, Kasus 167 dan Kasus 170.
Tiga lainnya beragam, misalnya Kasus 164 kontak dengan kasus, Kasus 166 usia dikunjungi anak dari luar kota dan Kasus 171kontak dengan kasus," ujarnya.
Jumlah kasus positif Covid 19 yang dinyatakan sembuh sebanyak dua orang, sehingga jumlah kasus sembuh menjadi sebanyak 63 kasus. Kasus sembuh antara lainbKasus 92 laki laki, 39 tahun warga Sleman dan Kasus 110 dengan identitas perempuan, 39 tahun warga Bantul.
Laporan kematian PDP dalam proses laboratorium yang sudah diambil swab ada dua yaitu seorang perempuan, 52 tahun warga Gunungkidul memiliki penyakit pendamping berupa jantung. Kemudian seorang Perempuan, 64 tahun warga Kota Jogja memiliki riwayat strok dan diabetes serta seorang lagi yaitu laki laki, usia 70 tahun warga Kota Jogja
"Untuk yang belum diambil swab [meninggal dunia] seorang Laki laki, 79 tahun warga Kota Jogja, memiliki komorbid jantung," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemendikdasmen mengalokasikan Rp90 triliun memperbaiki 71.000 sekolah dan memperkuat pembatasan gawai untuk melindungi anak.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.
Distribusi Minyakita melalui BUMN mencapai 50,16%, namun harga rata-rata nasional masih berada di atas HET Rp15.700 per liter.
PDIP Kota Yogyakarta menanam 300 pohon, menggelar simulasi bencana, dan pelayanan kesehatan lansia saat pelantikan pengurus.
Samsung Galaxy Watch Ultra2 hadir dengan fitur kesehatan berbasis AI untuk trail running, diving, dan pemantauan kebugaran harian.
Fenomena upwelling di Waduk Kedung Ombo Boyolali menyebabkan 10 ton ikan mati dan kerugian petani KJA mencapai Rp247 juta.