Di Bawah Tekanan Pasar, Kinerja PT SBI Tetap Prima

Truk pengangkut semen Dynamix. - Istimewa/PT SBI
14 Mei 2020 16:42 WIB Herlambang Jati Kusumo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) mampu mencatatkan kinerja positif yang cukup konsisten, ditengah tekanan pasar, dan juga pandemi Covid-19.

Pada kuartal I/2020, perekonomian nasional mengalami tekanan. Selain disebabkan situasi global dengan terus menurunnya harga minyak dunia, pandemi Covid-19 juga mulai menghantam Indonesia pada awal Maret 2020.

Itulah sebabnya, guna memutus penyebaran pandemi Covid-19, pemerintah kemudian mengeluarkan peraturan pembatasan yang juga memberikan pukulan lain pada kinerja ekonomi nasional. Kondisi itu tak pelak turut memengaruhi konsumsi semen nasional. Data Asosiasi Semen Indonesia (ASI) mencatat konsumsi semen nasional kuartal I/2020 mengalami penurunan 4,9% dibandingkan periode yang sama pada 2019.

Presiden Direktur PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), Aulia Mulki Oemar mengatakan SBI tetap mampu mencatatkan kinerja positif yang cukup konsisten sejak bergabung dengan SIG pada awal 2019 lalu.

Melalui sinergi yang kuat dan penerapan koordinasi untuk mengamankan pasokan selama pandemi, pada kuartal I/2020 SBI mampu mencatatkan peningkatan volume penjualan semen dan terak sebesar 5,78% menjadi 2,84 juta ton jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang tercatat 2,69 juta ton. Meski volume penjualan semen dan terak domestik turun 1,41%, namun volume penjualan ekspor meningkat 180,93% dibandingkan kuartal pertama tahun lalu.

ASI mencatat total penjualan semen domestik dan ekspor sepanjang kuartal I/2020 sebesar 16,29 juta ton. Konsumsi dalam negeri terkoreksi hampir 5% menjadi 14,9 juta ton, sedangkan ekspor turun 2,5% menjadi 1,39 juta ton. Hal ini tak lepas dari pengaruh musim hujan yang kurang ideal untuk pelaksanaan pembangunan, penurunan harga minyak dunia, kegiatan pemeliharaan (overhaul), serta merebaknya pandemi Covid-19 di Indonesia mulai awal Maret lalu yang turut mengurangi pergerakan dalam rantai pasokan kepada pelanggan.

Fokus SBI pada sinergi dengan SIG dan peluncuran Dynamix pada akhir kuartal III/2019, mampu membantu SBI mempertahankan kinerja prima meski pasar semen terdampak musim hujan dan pandemi Covid-19. Peningkatan volume penjualan berkontribusi pada peningkatan pendapatan perusahaan sebesar Rp2,46 triliun atau naik 4,88% dari Rp2,35 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Laba kotor meningkat 35,70% menjadi Rp666 miliar,” kata dia melalui rilis, Kamis (14/5/2020).

Program-program efisiensi dan sinergi berhasil menurunkan beban pokok pendapatan serta beban distribusi dan penjualan masing-masing 3,26% dan 9,65%. Sehingga EBITDA meningkat 47,62% menjadi Rp398 miliar dan laba sebelum bunga dan pajak penghasilan meningkat 149,45% menjadi Rp296 miliar. Capaian ini membantu SBI membalikkan keadaan dari kerugian pada kuartal I/2019, menjadi laba sebesar Rp68 miliar pada kuartal I/2020,” ucap dia.

Pada Selasa (21/4) lalu, SBI dan SIG selaku induk perusahaan menandatangani nota kesepahaman dengan Taiheiyo Cement Corporation (TCC), untuk menjalin kerja sama strategis terkait investasi TCC di SBI dan peluang perluasan pasar global melalui TCC. Kesepakatan kerja sama ini juga menjadi bagian dari kewajiban refloat saham SBI setelah Mandatory Tender Offer (MTO) yang dilakukan pada 2019 lalu. “Rencana ini merupakan bagian dari strategi SIG dalam mewujudkan visi sebagai penyedia solusi bahan bangunan terbesar di regional,” ucap dia.