DPO Baru Muncul dalam Kasus Pembacokan di Depan SMAN 3 Jogja
Polresta Jogja memburu satu DPO baru dalam kasus pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja. Pria itu diduga mendanai pelarian tersangka ke Cilacap.
JBBA
Harianjogja.com, JOGJA— Jogja Brand and Business Awards (JBBA) 2026 akan digelar pada Rabu (15/7/2026) sebagai ajang apresiasi bagi perusahaan, institusi, dan organisasi yang dinilai mampu menghadirkan pertumbuhan sekaligus menjaga komitmen terhadap keberlanjutan, budaya, dan manfaat bagi masyarakat. Seluruh penerima penghargaan ditetapkan melalui proses riset independen agar hasil penilaian lebih objektif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penyelenggaraan tahun ini mengusung tema Smartly Cultured, Sustainably Driven dengan menjadikan nilai Hamemayu Hayuning Bawana sebagai landasan utama dalam proses penilaian. Konsep tersebut menegaskan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, serta tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.
Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono, mengatakan JBBA 2026 tidak sekadar memberikan penghargaan kepada entitas dengan capaian terbaik. Menurutnya, penghargaan tersebut dirancang sebagai instrumen untuk mengukur komitmen perusahaan maupun lembaga dalam membangun ekosistem bisnis yang bertanggung jawab, adaptif, dan berkelanjutan.
Anton menjelaskan, perkembangan dunia usaha saat ini menuntut pelaku bisnis tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Perusahaan dan institusi juga dituntut mampu menjaga keseimbangan antara aspek sosial, budaya, dan lingkungan sehingga manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
"JBBA bukan sekadar ajang penghargaan. Kami ingin menghadirkan tolok ukur baru bagi perusahaan dan institusi yang mampu tumbuh secara berkelanjutan sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat," kata Anton, Selasa (14/7/2026).
Ketua Panitia JBBA 2026, Della Ainun, mengatakan seluruh persiapan penyelenggaraan telah rampung. Ia memastikan proses seleksi dilakukan secara independen oleh tim riset sehingga penghargaan diberikan berdasarkan capaian, rekam jejak, dan kontribusi nyata masing-masing peserta.
Menurut Della, penghargaan tahun ini tetap mencakup berbagai sektor strategis yang berperan dalam pembangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Mulai dari dunia usaha, lembaga pendidikan, institusi publik, hingga organisasi yang dinilai mampu menghadirkan inovasi, pelayanan, dan dampak positif bagi masyarakat.
"Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada perusahaan, lembaga, maupun institusi yang telah memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan Yogyakarta. Kami berharap JBBA juga dapat memotivasi lahirnya praktik-praktik terbaik di berbagai sektor," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Riset JBBA 2026, Budi Cahyana, menjelaskan proses penentuan penerima penghargaan dilakukan melalui riset yang komprehensif. Tim penilai tidak hanya mengukur capaian bisnis, tetapi juga menelaah rekam jejak organisasi, tata kelola, inovasi, dampak sosial, hingga persepsi publik terhadap setiap entitas yang dinilai.
Untuk menjaga objektivitas, tim riset memanfaatkan berbagai sumber data, antara lain digital media monitoring, pemberitaan media massa, informasi publik, serta tingkat kepatuhan terhadap regulasi. Pendekatan tersebut dilakukan agar hasil penilaian memiliki dasar yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Budi menambahkan, penilaian JBBA 2026 mengacu pada tiga klaster utama, yakni pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi berkelanjutan. Ketiga aspek tersebut dipilih karena dinilai mencerminkan arah pembangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang tidak hanya menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pelestarian budaya dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui mekanisme tersebut, JBBA diharapkan menjadi referensi bagi masyarakat sekaligus mendorong perusahaan, institusi, dan organisasi untuk terus meningkatkan kontribusinya terhadap pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Jogja memburu satu DPO baru dalam kasus pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja. Pria itu diduga mendanai pelarian tersangka ke Cilacap.
Layanan bus sekolah Gunungkidul belum kembali normal. Kenaikan BBM non-subsidi membuat enam rute belum melayani penjemputan siswa saat pulang.
Sidang dugaan pelecehan seksual terhadap anak di Bantul memasuki pemeriksaan saksi. Massa mengawal persidangan dan meminta proses hukum berjalan adil.
Kelurahan Gowongan mengenalkan budaya pilah sampah kepada anak PAUD melalui dongeng, buku cerita bergambar, dan kegiatan kreatif dalam Gebyar PAUD 2026.
KAI menguji biodiesel B50, memperluas jaringan KRL, dan menanam ribuan pohon sebagai bagian dari strategi transportasi rendah emisi.
SDN Pingit di Kota Jogja hanya menerima 11 murid baru pada tahun ajaran 2026/2027. Sekolah memperkuat kolaborasi agar tetap bertahan di tengah minimnya siswa.