PSIM Jogja Umumkan Lepas Andy Setyo
PSIM Jogja resmi mengakhiri kerja sama dengan bek tengah Andy Setyo setelah kontraknya berakhir pada penghujung musim.
Direktur Komersial InJourney Destination Management, Gistang Richard Panutur (dua dari kiri), sedang menyampaikan potensi Prambanan Jazz dalam menopang ekonomi pariwisata nasional di Taman Agastya Candi Prambanan, Kamis (2/7/2026)./ Harian Jogja/ Andreas Yuda Pramono.
Harianjogja.com, JOGJA— Penyelenggaraan event berskala nasional dan internasional seperti Prambanan Jazz Festival 2026 serta Mandiri Jogja Marathon 2026 dinilai mampu mendongkrak kunjungan wisata ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga lebih dari 50%. Dampak ekonomi yang dihasilkan tidak hanya dirasakan sektor perhotelan, tetapi juga transportasi, pelaku UMKM, hingga destinasi wisata.
Lonjakan wisatawan tersebut turut meningkatkan tingkat hunian hotel di berbagai kawasan, mulai dari sekitar lokasi acara hingga pusat Kota Jogja. Tingginya permintaan bahkan menyebabkan sejumlah hotel mengalami kelebihan pemesanan selama penyelenggaraan event.
Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardiyanto Setyo, mengatakan event besar terbukti mampu menarik ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Kehadiran mereka secara langsung menggerakkan mata rantai industri pariwisata karena wisatawan juga memanfaatkan layanan akomodasi, transportasi, kuliner, pusat oleh-oleh, hingga objek wisata.
"Event-event itu mampu menarik peserta dari luar DIY. Secara otomatis kegiatan kepariwisataannya ikut terdongkrak, baik akomodasi, transportasi, UMKM, oleh-oleh, sampai destinasi wisata juga terdampak positif," ujarnya, Minggu (5/7/2026).
Menurut Bobby, kondisi tersebut terlihat saat penyelenggaraan Prambanan Jazz Festival 2026 di pelataran Candi Prambanan, Sleman, pada 3–5 Juli 2026. Permintaan kamar hotel meningkat tajam hingga menyebabkan sejumlah hotel di sekitar lokasi acara maupun kawasan Kota Jogja mengalami overbook.
"Banyak hotel sampai overbook, mulai dari ring 1, ring 2, sampai ring 3. Tidak hanya di sekitar Prambanan, tetapi sampai ke Kota Jogja juga penuh," katanya.
Ia memperkirakan event berskala besar seperti Prambanan Jazz Festival maupun Mandiri Jogja Marathon mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan lebih dari 50% dibandingkan hari biasa. Selain jumlah peserta yang besar, mayoritas pengunjung berasal dari segmen menengah ke atas sehingga nilai belanja wisatawan juga relatif tinggi.
"Kalau kapasitas seperti Prambanan Jazz dan Mandiri Marathon itu rata-rata bisa di atas 50 persen untuk mendongkrak kunjungan. Partisipannya cukup besar dan value pengunjungnya juga cukup tinggi," ucapnya.
Jadwal Event Dinilai Perlu Ditata
Meski memberikan dampak ekonomi yang besar, Bobby menilai penyelenggaraan event perlu diatur lebih strategis agar manfaatnya semakin optimal. Menurut dia, agenda berskala besar sebaiknya tidak seluruhnya dipusatkan pada musim liburan atau high season.
Ia menjelaskan periode Juni hingga Agustus memang menjadi masa tingginya kunjungan wisatawan ke DIY karena bertepatan dengan libur sekolah serta meningkatnya kedatangan wisatawan mancanegara. Apabila terlalu banyak event digelar pada waktu yang sama, lonjakan wisatawan memang terjadi, tetapi berpotensi memicu kejenuhan pasar.
"Kalau bisa ditata di momen low season justru akan sangat membantu mendongkrak pariwisata. Saat low season harga hotel dan transportasi juga lebih murah sehingga lebih menarik bagi peserta maupun wisatawan," katanya.
Karena itu, Bobby mendorong pemerintah daerah mengoordinasikan kalender penyelenggaraan event agar ritme kunjungan wisatawan tetap terjaga sepanjang tahun. Langkah tersebut dinilai dapat menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan sehingga pertumbuhan industri pariwisata DIY berlangsung lebih berkelanjutan.
"Pasti sangat positif. Tinggal menjaga trennya saja, jangan sampai terlalu rapat karena nanti kejenuhan pasarnya cepat terbentuk. Ritmenya harus ditata supaya supply dan demand tetap stabil," ujarnya.
Menurut Bobby, kepadatan lalu lintas yang kerap muncul saat berlangsungnya event besar memang menjadi konsekuensi meningkatnya aktivitas wisata. Namun, perputaran ekonomi yang dinikmati pelaku usaha, terutama UMKM, jauh lebih besar sehingga manfaatnya dirasakan oleh berbagai sektor di DIY.
"Memang masyarakat kadang merasakan Jogja menjadi padat dan macet. Tapi secara overall manfaatnya sangat besar karena pergerakan ekonominya juga cukup bagus," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja resmi mengakhiri kerja sama dengan bek tengah Andy Setyo setelah kontraknya berakhir pada penghujung musim.
Kulonprogo masuk radar investasi PLTS PLN berkapasitas 50 MW. Proyek energi bersih ini diproyeksikan mendukung kawasan YIA dan ekonomi hijau.
Chery resmi ambil alih pabrik Nissan di Rosslyn, Afsel. Investasi jutaan dolar, pertahankan 692 karyawan, dan mulai produksi 2027. Target: 50.000 unit/tahun dan
Pemenang IPPA 2026: iPhone X, 8 Plus, 7 Plus, 6s, hingga 6 Plus masih hasilkan foto juara. Bukti kualitas kamera Apple tak lekang oleh waktu.
Pemkab Gunungkidul mengingatkan kalurahan agar mematuhi aturan pemanfaatan TKD setelah sejumlah usaha di atas tanah kalurahan ditutup.
Taylor Swift dan Travis Kelce resmi menikah di Madison Square Garden, New York. Acara dihadiri lebih dari seribu tamu dari kalangan selebritas dan tokoh dunia.